Donald Trump Peringatkan Israel Tunduk pada Rencana Perdamaian Gaza
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Israel agar mematuhi rencana perdamaian 20 poin yang diusulkan AS untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza, menurut pejabat senior Gedung Putih, Jumat (31/7/2026). Trump menyatakan akan sangat kecewa jika Israel tidak memenuhi kesepakatan tersebut, yang mencakup pelucutan senjata menyeluruh terhadap kelompok milisi Palestina Hamas dan faksi bersenjata lainnya di Gaza, dilansir dari Investor Daily. Pejabat AS menyampaikan, "Kami tidak meminta Israel melakukan apa pun selain menyetujui rencana 20 poin yang sebelumnya telah mereka sepakati sendiri.
Oleh karena itu, kami sangat yakin mereka akan mematuhinya. Jika tidak, tentu saja Presiden Trump akan sangat, sangat kecewa."
Mereka optimistis Israel tetap menjadi mitra berkomitmen penuh terhadap kesepakatan dan memperkirakan kemajuan konkret pelucutan senjata Hamas dapat terlihat dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pemerintahnya tidak akan menarik pasukan dari "Garis Kuning" di Gaza sampai proses pelucutan senjata dan demiliterisasi wilayah tersebut benar-benar selesai. Kesepakatan perdamaian ini merupakan hasil mediasi intensif dari Mesir, Qatar, Turki, dan AS yang disepakati pada 9 Oktober 2025, sebagai tahap awal penghentian pertempuran aktif melalui jeda kemanusiaan dan gencatan senjata.
Militer Israel telah menarik sebagian pasukannya ke perimeter keamanan yang disebut "Garis Kuning," meski masih mengendalikan lebih dari 50% wilayah Gaza secara taktis. Penentuan batas demiliterisasi dan pemantauan ketat menjadi ujian utama bagi kelanjutan rencana 20 poin AS demi mewujudkan stabilitas permanen di kawasan tersebut.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow