Trump Klaim Selat Hormuz Iran Sindir Balik Catut Wilayah California

Smallest Font
Largest Font

Eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden Donald Trump mengklaim Selat Hormuz sebagai wilayah baru AS pada Selasa (18/8/2026). Langkah tersebut langsung dibalas oleh pemerintah Iran dengan membuat klaim satir atas negara bagian California.

Pernyataan Trump di platform Truth Social diunggah ulang oleh akun resmi Gedung Putih di media sosial X. Unggahan itu menegaskan ancaman Washington untuk mendeklarasikan kedaulatan atas jalur perairan vital perdagangan energi dunia tersebut.

Aksi klaim wilayah ini merespons dinamika negosiasi navigasi di Selat Hormuz yang sempat terhenti pasca penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua negara pada Juni lalu.

Sikap keras Trump juga diiringi ancaman militer terhadap negara perantara. Dalam wawancaranya dengan Fox News pada Senin (17/8/2026), Trump melontarkan gertakan ke Oman yang sedang memfasilitasi pembicaraan teknis pelayaran dengan Teheran.

"Jika Oman menghalangi, kami akan membom mereka habis-habisan," kata Trump.

Selain melontarkan ancaman serangan, Trump mengungkapkan bahwa Washington tetap membuka saluran diplomasi rahasia dengan pejabat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) untuk menekan Teheran.

"Kami memiliki saluran belakang dengan IRGC. Kami berbicara langsung dengan pejabat IRGC di Iran," ujar Trump.

Ia menambahkan bahwa posisi menawar Iran saat ini berada dalam kondisi terdesak di tengah krisis yang berkepanjangan.

"Mereka pemain poker yang bagus, tetapi mereka sedang sekarat," katanya.

Di sisi lain, Trump juga menyinggung dinamika konflik di kawasan Gaza serta sikap politiknya terhadap pemilu di Israel.

"Kami memiliki saluran yang berbeda dengan Hamas, dan pada akhirnya mereka menyerahkan senjatanya," kata Trump.

Mengenai kontestasi politik domestik Israel, Trump memilih untuk tidak terlalu jauh campur tangan secara terbuka.

"Saya pikir paling tepat bagi saya untuk tidak ikut serta dalam pemilu Israel, tetapi saya mungkin mendukung seseorang," ujarnya.

Klaim unilaterally dari Gedung Putih memicu tanggapan resmi dari pihak Teheran. Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, mengunggah peta balasan yang menandai area California sebagai kawasan mereka di akun media sosial X pada Kamis (20/8/2026).

"WILAYAH BARU REPUBLIK ISLAM IRAN," tulis akun resmi @IraninHyderabad.

Pemilihan wilayah California merujuk pada tingginya populasi diaspora Iran di kawasan Los Angeles, khususnya wilayah Westwood yang dikenal dengan sebutan Tehrangeles. Data Center for Eastern Studies UCLA mencatat sekitar 141.000 warga AS keturunan Iran menetap di Los Angeles County.

Langkah Trump turut memicu tanggapan kritis dari pejabat diplomatik Iran yang menilai klaim kedaulatan atas perairan internasional tersebut tidak berdasar.

"Khayalannya mengenai Selat Hormuz akan segera diluruskan, atau kami yang akan meluruskan khayalan pria yang penuh delusi ini," tegas Gharibabadi.

Reaksi internasional juga datang dari diplomat Rusia. Perwakilan Tetap Rusia untuk organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, menilai klaim Washington atas jalur pelayaran tersebut sebagai gertakan yang tidak realistis.

"Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa ancaman untuk menyatakan Selat Hormuz sebagai "wilayah AS" hanyalah lelucon. Sebuah selera humor yang sangat istimewa," tulis Ulyanov.

Hingga saat ini, Teheran masih melanjutkan pembicaraan terpisah dengan Oman mengenai pengaturan pelayaran di Selat Hormuz, sementara blokade kapal-kapal Iran oleh AS dilaporkan masih berlanjut.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed