Donald Trump Beri Sinyal Serangan Militer Susulan ke Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan peluang peluncuran serangan militer susulan terhadap Iran pada Selasa (1/9/2026), meskipun mengklaim sebagian besar kekuatan tempur Teheran telah hancur. Pernyataan tersebut disampaikan guna mencegah pemulihan kapasitas militer Iran di kawasan strategis, dilansir dari Investor Daily.
Trump membeberkan penilaian terbarunya terkait kondisi infrastruktur pertahanan dan struktur kepemimpinan militer Iran saat ini.
"Para pemimpin mereka sebagian besar sudah tewas. Angkatan Laut dan Angkatan Udara mereka sudah tidak ada, serta peralatan pengawasan mereka hampir seluruhnya hancur. Namun, itu bukan berarti kami tidak akan menghantam mereka lagi. Kita lihat saja apa yang akan terjadi," ujar Trump.
Langkah preventif yang sedang dipertimbangkan AS bertujuan menekan risiko ancaman terhadap aset militer serta kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Ketegangan kembali meningkat setelah muncul laporan serangan AS ke peluncur rudal Iran di Pulau Larak pada Minggu (30/8/2026).
Aksi tersebut memicu balasan dari pihak Iran yang menembakkan rudal ke arah pangkalan dan kapal-kapal militer AS. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa tindakan militer tersebut diambil untuk menghentikan upaya penanaman ranjau laut oleh pasukan Iran di jalur pelayaran vital dunia tersebut.
Eskalasi ini melanjutkan rentetan operasi militer gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026. Meskipun sempat tercapai nota kesepahaman penghentian permusuhan pada pertengahan Juni 2026, konfrontasi kembali meluas. Di samping aksi militer, pemerintah AS terus memperketat sanksi ekonomi guna menekan ruang gerak finansial Iran.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow