Trump Ancam Iran Saat Ketegangan Militer Timur Tengah Meningkat

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam bakal melancarkan gempuran militer yang jauh lebih keras terhadap Iran seiring upaya AS mendesak pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz pada Sabtu (1/8/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Ancaman dari pihak Amerika Serikat tersebut disusul konfirmasi militer Kuwait yang langsung merespons gelombang serangan pesawat nirawak baru dari Iran, sementara satu kapal tanker hantam proyektil di koridor perairan strategis tersebut. Eskalasi militer juga meluas ke kawasan Mediterania Timur setelah tentara Israel menggelar gempuran udara hebat di Jalur Gaza yang menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai puluhan warga, meski kelompok militan Hamas telah menyatakan kesiapan melucuti senjata.

Pernyataan ketegasan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Trump di tengah rapat Kabinet yang berlangsung di kediamannya di Camp David, Maryland.

"Kami hanya ingin menang," ujar Trump. Isyarat berlanjutnya aksi militer AS terus ditekankan, di mana pihak Washington berjanji membalas serangan Iran secara masif hingga negara tersebut tidak mampu bertahan.

Pemerintah AS juga mengekspresikan kekecewaan mendalam atas tindakan otoritas Iran yang dinilai telah melanggar kesepakatan internasional secara sepihak. "Bulan lalu Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan AS mengenai gencatan senjata, namun dengan cepat melanggarnya, menembaki kapal komersial, dan menewaskan prajurit Amerika," tegas Leavitt.

Pihak Gedung Putih memastikan tidak akan tinggal diam menghadapi aksi terorisme di jalur pelayaran internasional tersebut. "Iran akan terus menanggung akibatnya sampai mereka kembali ke meja perundingan dengan cara yang dinilai berarti oleh Presiden Trump," imbuhnya. Di wilayah Teluk, serangan drone Iran mengenai sejumlah bangunan pemerintah di utara Kuwait tanpa memakan korban jiwa, sementara Angkatan Laut Inggris dan UKMTO melaporkan ledakan serta kerusakan ruang mesin kapal tanker akibat proyektil di lepas pantai Oman dan Khasab.

Di Jalur Gaza, gempuran udara Israel terus berjalan di tengah rencana kerangka kerja gencatan senjata usulan AS sejak Oktober 2026 yang mencakup penyerahan kekuasaan kepada administrasi independen Palestina dan penarikan pasukan Israel.

Penolakan keras terhadap opsi penghentian gempuran militer disuarakan secara terbuka oleh politisi sayap kanan sekaligus Anggota Parlemen Israel. "Kesepakatan tersebut tidak dapat diterima dan serangan di Gaza harus terus berlanjut. Israel harus menang," tulis Ben-Gvir. Militer Israel mengonfirmasi bahwa gempuran udara yang menyasar sejumlah posisi Hamas dilakukan segera setelah perintah evakuasi bagi warga sipil diterbitkan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed