Donald Trump Ancam Iran Usai Serangan Rudal Di Muka Bumi
Eskalasi konflik di Timur Tengah melonjak tajam setelah militer Amerika Serikat mengintersepsi serangan mendadak dari Iran terhadap pasukannya. Presiden AS Donald Trump langsung menjanjikan pembalasan keras atas tindakan Tehran tersebut.
Harga minyak dunia melonjak pada Rabu pagi setelah pernyataan keras Trump memicu kekhawatiran gangguan pasokan. Minyak mentah jenis Brent naik 5,8 persen menjadi 86,82 dolar AS per barel, sementara minyak mentah AS melonjak 6,4 persen ke level 84,30 dolar AS per barel.
Eskalasi militer ini menghancurkan gencatan senjata yang sempat terjalin. Selain itu, militer Yordania melaporkan berhasil menjatuhkan lima rudal yang diluncurkan dari Iran pada Rabu dini hari waktu setempat.
Di tengah ketegangan yang meningkat, isu perundingan diplomatik memicu perbedaan klaim. Tehran menegaskan pihak mereka tidak mencari jalur negosiasi dalam dua pekan terakhir.
"Kami akan menghajar mereka sampai hancur," kata Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat diwawancarai oleh Fox News pada Rabu pagi, menanggapi ancaman serangan Iran terhadap pangkalan dan personel militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
"Ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata di Lebanon oleh organisasi teror Hizbullah," kata Pasukan Pertahanan Israel.
Pernyataan resmi IDF tersebut dikeluarkan setelah menuduh kelompok Hizbullah menyerang kendaraan teknik militer di wilayah selatan Lebanon. Meski demikian, pihak militer memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden serangan tersebut.
"Salah satu percakapan terbaik yang pernah saya lakukan dengan Presiden Serikat," kata Netanyahu.
Keterangan tersebut disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pernyataan resminya usai menggelar pertemuan di Oval Office bersama Presiden Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan jajaran pejabat tinggi AS pada Selasa malam di Washington.
"Kejahatan perang," kata Ansari.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Anggota DPR AS dari Partai Demokrat Yassamin Ansari kepada CNN pada Selasa terkait serangan udara militer AS pada 28 Februari lalu yang menghantam sekolah Shajareh Tayyiba di Minab, Iran.
"Aib nasional," kata Ansari.
Kritik keras tersebut ditambahkan oleh Ansari untuk menggambarkan dampak fatal dari serangan udara AS yang menewaskan 168 anak-anak dan 14 orang dewasa di fasilitas pendidikan tersebut.
Di sektor ekonomi, ketegangan kawasan turut melumpuhkan jalur pelayaran komersial. Lalu lintas kapal tangki di Selat Hormuz dilaporkan tetap sangat rendah, sementara penurunan drastis melanda Selat Bab al-Mandeb pasca-pemblokiran pelabuhan oleh milisi Houthi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow