SpaceX Rencanakan Pembangunan Pabrik Satelit Robotik di Bulan

Smallest Font
Largest Font

Perusahaan manufaktur antariksa SpaceX berencana membangun fasilitas pabrik satelit berbasis pekerja robotik di Bulan untuk meningkatkan efisiensi ekonomi antariksa. Rencana ambisius tersebut disampaikan oleh CEO SpaceX Elon Musk dalam pertemuan bersama para investor pada Selasa, sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Kamis (6/8/2026).

Pengembangan fasilitas ini memanfaatkan energi surya serta radiasi permukaan Bulan yang diproyeksikan mampu mendongkrak kapasitas kecerdasan peluncuran luar angkasa hingga ribuan kali lipat dibanding ekonomi Bumi. Meskipun skema operasional pangkalan robotik ini menyerupai fiksi ilmiah, Musk menegaskan realisasi proyek tersebut akan berlangsung lebih cepat dari perkiraan.

"Tetapi hal itu akan benar-benar terjadi," kata Elon Musk, CEO SpaceX.

Gagasan pembangunan infrastruktur di Bulan dinilai rasional oleh kalangan akademisi seiring rencana NASA mendirikan pangkalan permanen pada 2032. Profesor ilmu konstruksi dari Texas A&M University, Patrick Suermann, menjelaskan bahwa tingkat gravitasi Bulan yang rendah memangkas kebutuhan bahan bakar peluncuran satelit secara signifikan jika dibandingkan dari Bumi.

"Menurut saya itu langkah yang bijak karena bagian paling mahal dari sebuah peluncuran adalah bahan bakar untuk membawa muatan keluar dari atmosfer kita," kata Patrick Suermann, Profesor Ilmu Konstruksi Texas A&M University.

Penghematan biaya operasional dari orbit cislunar menuju orbit rendah Bumi maupun Mars dipandang sebagai pendorong utama proyek ini. Produktivitas pabrik di Bulan diharapkan mampu menyamai standar fasilitas Gigafactory milik perusahaan.

"Jika Anda bisa mencapai tingkat produktivitas seperti yang mereka miliki di 'gigafactory' atau pabrik Starbase mereka, namun kemudian mampu memangkas sebagian besar biaya peluncuran objek ke orbit cislunar, kembali ke orbit rendah Bumi, atau bahkan ke Mars, saya rasa itulah faktor pendorong utamanya," kata Patrick Suermann.

Di sisi keuangan, pembentukan infrastruktur antariksa menuntut investasi masif yang memicu kerugian segmen antariksa SpaceX sebesar USD 542 juta serta kerugian operasi kecerdasan buatan sebesar USD 1,257 miliar pada kuartal berjalan. Kendati demikian, integrasi keahlian rekayasa roket ke dalam pusat data diyakini bakal memberikan hasil finansial yang optimal.

"Jika Anda menerapkan sebagian kecil keahlian rekayasa yang digunakan untuk meluncurkan roket raksasa ke orbit secara rutin dan andal pada pusat data di Bumi, hal itu -- terus terang -- ibarat tim New York Yankees yang turun bertanding melawan tim bisbol anak-anak (Little League)," kata Elon Musk.

Secara keseluruhan, SpaceX mencatatkan kerugian operasional senilai USD 143 juta, yang berhasil ditekan berkat pendapatan dari layanan konstelasi satelit komunikasi Starlink. Di samping itu, pengujian roket Starship menunjukkan kemajuan setelah penerbangan teranyarnya sukses menempatkan 20 satelit Starlink ke orbit, sementara uji terbang ke-14 dijadwalkan pada akhir Agustus.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed