Sistem Penanggalan Jawa Memadukan Tiga Unsur Budaya
Sistem penanggalan Jawa terus digunakan masyarakat untuk menentukan perhitungan weton dan hari baik dalam berbagai aktivitas adat hingga harian. Pada 31 Juli 2026, sistem kalender ini mencatat penanggalan jatuh pada hari Jumat Wage di bawah naungan bulan Sapar. Keunikan struktur penanggalan tersebut tercipta berkat perpaduan tiga elemen kebudayaan besar, yakni tradisi Islam, Hindu, serta sedikit pengaruh sistem Julian.
Integrasi budaya ini tidak hanya mencatat perjalanan waktu, tetapi juga memberikan nilai spiritual serta simbolis bagi masyarakat yang menerapkannya. Siklus mingguan dalam kalender ini mengandalkan Pancawara yang terdiri dari lima hari pasaran berurutan. Perputaran tersebut dimulai dari Kliwon sebagai pasaran pertama, disusul Legi yang melambangkan arah timur, Pahing dengan nilai neptu tinggi, Pon, dan diakhiri oleh Wage.
Penggabungan antara tujuh hari Saptawara dalam kalender masehi dan lima hari Pancawara menghasilkan weton. Setiap kombinasi hari memiliki bobot angka berupa neptu yang dijumlahkan guna menentukan nilai watak atau karakter seseorang.
Sejak masa Kesultanan Mataram di bawah kepemimpinan Sultan Agung, susunan bulan Jawa telah diselaraskan dengan kalender Hijriah berbasis pergerakan bulan. Penyelarasan historis ini menetapkan durasi konsisten sebanyak 29 atau 30 hari untuk setiap bulannya.
| No | Nama Bulan Jawa | Nama Bulan Hijriah | Jumlah Hari |
|---|---|---|---|
| 1 | Sura | Muharram | 30 hari |
| 2 | Sapar | Safar | 29 hari |
| 3 | Mulud / Rabingulawal | Rabiul Awal | 30 hari |
| 4 | Bakda Mulud / Rabingulakir | Rabiul Akhir | 29 hari |
| 5 | Jumadilawal | Jumadil Awal | 30 hari |
| 6 | Jumadilakir | Jumadil Akhir | 29 hari |
| 7 | Rejeb | Rajab | 30 hari |
| 8 | Ruwah / Arwah / Saban | Sya'ban | 29 hari |
| 9 | Pasa / Puwasa / Siyam / Ramelan | Ramadhan | 30 hari |
| 10 | Sawal | Syawal | 29 hari |
Penggunaan hari pasaran seperti Jumat Wage tetap dipertahankan oleh warga tradisional untuk keperluan praktis. Perhitungan tersebut menjadi panduan utama dalam menentukan hari baik pernikahan, menggelar hajatan, hingga memulai kegiatan pertanian dan perdagangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow