Metode Shinrin Yoku Terbukti Turunkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi
Metode terapi mandi hutan atau Shinrin-Yoku terbukti membantu menurunkan tekanan darah bagi para penderita hipertensi melalui pendekatan penenangan diri dan peredaan stres. Hasil penelitian kesehatan lingkungan tersebut disampaikan oleh peneliti Erny Amperawati di Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (28/7/2026).
Terapi berbasis alam ini difokuskan sebagai langkah pendampingan pengobatan medis untuk membantu mengontrol kondisi kesehatan pasien secara berkesinambungan. Dilansir dari Investor Daily, metode tersebut memanfaatkan seluruh panca indera untuk menciptakan ketenangan pikiran penderita.
<"Kita tahu bahwa penderita hipertensi ada yang mengonsumsi obat-obatan. Shinrin-Yoku ini bukan pengganti obat ya, tetapi menjadi pendamping, upaya promotif preventif," kata Erny Amperawati, peneliti bidang kesehatan berbasis lingkungan.
Kajian ilmiah ini menjadi objek penelitian disertasi doktoral Erny yang berjudul "Pengembangan Model Shinrin-Yoku di Kawasan Perkebunan Teh Kemuning bagi Kebijakan Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer" di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Peneliti yang juga pemilik Klinik Herbora Holistik Salatiga dan Solo itu sebelumnya telah menamatkan pendidikan Magister Hukum Kesehatan di kampus yang sama.
Metode pembenaman diri di alam yang berasal dari Jepang tersebut umumnya diterapkan pada kawasan hutan subtropis. Namun, penelitian ini menerapkan konsep serupa di area iklim tropis Indonesia.
<"Penelitian ini dilakukan pada kawasan perkebunan teh tropis di Indonesia, sementara sebagian besar penelitian Shinrin-Yoku sebelumnya dilakukan di kawasan hutan subtropis," kata Erny.
Penanganan kasus tekanan darah tinggi saat ini dinilai masih sangat bergantung pada penggunaan obat-obatan medis atau terapi farmakologis. Oleh karena itu, diperlukan intervensi pendukung yang berfokus pada pencegahan.
<"Pengelolaannya masih didominasi oleh terapi farmakologis sehingga diperlukan pendekatan pendukung yang bersifat promotif dan preventif," kata Erny.
Riset yang berlokasi di Perkebunan Teh Kemuning, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini melibatkan 14 penderita hipertensi rentang usia 51–70 tahun yang dipilih secara khusus. Hasilnya mencatatkan manfaat fisiologis berupa penurunan tekanan darah pada 70 persen partisipan.
<"Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi ilmiah bagi pemerintah, akademisi, praktisi kesehatan, dan para pemangku kepentingan dalam mengembangkan kebijakan kesehatan berbasis lingkungan di Indonesia," kata Erny.
Kekayaan potensi alam tropis Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
<"Temuan ini menunjukkan bahwa interaksi manusia dengan lingkungan alami mampu mendukung kesehatan fisik maupun psikologis," kata Erny.
Melalui hasil kajian tersebut, kawasan perkebunan teh terbukti memiliki nilai terapeutik selain fungsi ekonomi dan ekologisnya. Lingkungan alami kini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber daya pendukung untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow