Serangan Udara AS di Iran Tewaskan Delapan Orang

Smallest Font
Largest Font

Serangan udara berturut-turut yang dilancarkan militer Amerika Serikat ke wilayah selatan dan barat Iran pada Jumat (17/7/2026) telah menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai 20 orang lainnya. Aksi militer tersebut menghantam berbagai infrastruktur transportasi penting di sekitar Selat Hormuz, termasuk jembatan, stasiun kereta api, dan bandara, yang memicu gelombang serangan balasan dari pihak Iran terhadap fasilitas militer AS di beberapa negara tetangga. Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan bahwa gempuran yang telah berlangsung selama enam malam berturut-turut tersebut memiliki target operasi yang spesifik di wilayah Republik Islam tersebut.

"die militärischen Fähigkeiten des Iran weiter zu schwächen" kata Centcom.

Pemerintah AS belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai operasi tersebut, namun Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan singkat mengenai perkembangan situasi perang dalam pidato nasionalnya pada Kamis malam. "die Vereinigten Staaten siegten im Iran, und die Bürger würden „die Früchte dieser Arbeit schon sehr sehr bald sehen" kata Trump.

Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan memperluas jangkauan serangan ke pembangkit listrik dan infrastruktur jembatan apabila negosiasi mengenai penghentian perang dengan Teheran menemui jalan buntu. Televisi negara Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) langsung merespons dengan menggempur pangkalan udara AS di Bahrain serta fasilitas militer di Kuwait, Oman, dan Yordania.

"als Reaktion auf die feindselige Handlung des Gegners, städtische Infrastruktur und unschuldige Menschen anzugreifen" sebut laporan televisi negara Iran. Pihak militer Bahrain mengonfirmasi adanya eskalasi tersebut namun mengklaim pertahanan mereka berhasil mengantisipasi situasi. "mehrere iranische Luftangriffe abgewehrt." kata militer Bahrain.

Di tengah situasi yang terus memburuk, mediator internasional seperti China dan Pakistan mendesak kedua negara untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan guna mencegah kehancuran total kesepakatan damai yang sempat ditandatangani pada pertengahan Juni lalu.

Pemerintah Jerman juga mengeluarkan pernyataan tegas yang meminta Teheran segera menghentikan serangan balasan demi menjaga stabilitas kawasan. "dringend" kata Wakil Juru Bicara Pemerintah Jerman Sebastian Hille di Berlin. Hille menambahkan bahwa diplomasi merupakan jalan satu-satunya yang harus ditempuh oleh seluruh pihak yang terlibat.

"Alle Beteiligten" ujar Hille.

Hingga saat ini, upaya mediasi masih terus berjalan di Shanghai meskipun belum menunjukkan tanda-tanda terobosan diplomasi yang signifikan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed