Serangan Rudal Ukraina Hantam Bus Penumpang di Lugansk
Serangan rudal yang dilancarkan Ukraina menghantam satu unit bus penumpang di wilayah Lugansk yang diduduki pasukan Rusia pada Rabu (26/8/2026). Insiden mematikan di wilayah timur Ukraina tersebut mengakibatkan sembilan warga sipil meninggal dunia.
Bus nahas yang mengangkut 15 penumpang itu dihantam ledakan saat sedang dalam perjalanan dari kota Lysychansk menuju Stakhanov. Delapan korban dilaporkan langsung tewas di lokasi kejadian, sementara beberapa penumpang lain mengalami luka parah.
"Akibat serangan yang mengerikan ini, delapan orang tewas di lokasi kejadian," kata Pemimpin Pasukan Rusia di Lugansk, Leonid Pasechnik, dilansir dari AFP.
Jumlah korban jiwa bertambah setelah seorang korban selamat yang sempat dievakuasi ke rumah sakit dinyatakan meninggal dunia. Perempuan berusia 20 tahun tersebut menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di ruang ICU.
"[Serangan itu merupakan] sebuah kejahatan perang," ujar Leonid Pasechnik, Pemimpin Pasukan Rusia di Lugansk.
Eskalasi pertempuran yang memasuki durasi 4,5 tahun ini memperlihatkan peningkatan serangan di kawasan garis depan. PBB berulang kali memperingatkan lonjakan kematian warga sipil, sementara pembicaraan damai yang dimediasi Amerika Serikat masih mengalami kebuntuan karena Kremlin enggan melunakkan tuntutan wilayahnya.
Serangan militer di Ukraina timur serta dinamika konflik di Timur Tengah kini berdampak langsung pada ketahanan energi internasional. Berdasarkan data Reuters, negara-negara yang dilanda konflik menyumbang 43 persen pasokan minyak dunia atau setara 45 juta barrel per hari.
Gangguan operasional di Timur Tengah memangkas pasokan harian sebesar 5 juta hingga 7 juta barrel per hari. Di saat bersamaan, kapasitas pengolahan kilang minyak global menyusut 10 persen akibat gempuran drone terhadap fasilitas pengolahan bahan bakar Rusia dan penutupan akses kilang di Eropa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow