Semen Indonesia Raih ESG Award 2026 dari Kehati

Smallest Font
Largest Font

PT Semen Indonesia Tbk (SIG) menerima ESG Award 2026 dari Yayasan Kehati di Jakarta pada Kamis (13/8/2026) berkat konsistensi pengurangan emisi karbon serta inovasi semen rendah karbon, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Perusahaan masuk dalam Sector Capital Market kategori Listed Company. Trofi penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat kepada Pgs Group Head of Strategic Growth & ESG SIG Muhammad Taqiyuddin.

Penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan telah menjadi fondasi utama dalam operasional bisnis perseroan.

"Penerapan prinsip ESG merupakan landasan bagi SIG dalam menjalankan operasional bisnis. Komitmen ini didasari oleh kesadaran bahwa ESG bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi merupakan competitive advantage untuk kesuksesan perseroan di masa depan. Diraihnya ESG Award 2026 menunjukkan bahwa penerapan ESG di SIG berjalan dengan baik," kata Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni.

Melalui riset berkelanjutan, emisi karbon dari produk semen hijau buatan SIG berhasil ditekan hingga 38 persen lebih rendah dibanding semen konvensional. Langkah dekarbonisasi juga dipercepat lewat peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif dari limbah industri, biomassa, dan sampah perkotaan.

Sepanjang 2025, pemanfaatan bahan bakar alternatif naik 24 persen menjadi 681 ribu ton, yang setara dengan pengurangan konsumsi batu bara hingga 467 ribu ton serta mendorong thermal substitution rate mencapai 9,77 persen. Pada aspek energi, efisiensi dilakukan melalui penggunaan panel surya dan teknologi pengubah panas buang menjadi listrik.

Rangkaian program efisiensi tersebut sukses menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca scope 1 sebesar 21 persen dari baseline 2010, serta scope 2 sebesar 15 persen dari baseline 2019.

"Dalam memastikan penerapan ESG berjalan secara konsisten, SIG memiliki Sustainability Roadmap 2030 yang menjadi acuan dalam menetapkan strategi, indikator, dan target keberlanjutan. Penerapannya juga dikawal melalui komite keberlanjutan yang memastikan aspek keberlanjutan terintegrasi dalam pengelolaan bisnis perusahaan," ujar Vita Mahreyni.

Kinerja keberlanjutan perusahaan juga tercermin dari penilaian lembaga eksternal, seperti predikat medium risk dengan skor 25 dari Sustainalytics pada ESG Rating 2025. Selain itu, perseroan memperoleh skor 49 pada Corporate Sustainability Assessment S&P dan S&P ESG Rating.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed