Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor Mulai Terima 1.080 Siswa
Mulai 21 Agustus 2026, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bogor di Jasinga resmi menerima seribu siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), dilansir dari Investor Daily.
Kawasan pendidikan yang dibangun di atas lahan seluas 6,96 hektare itu dirancang untuk menampung hingga 1.080 siswa, terutama dari keluarga kelompok desil 1 dan desil 2. Kawasan ini terdiri dari 29 bangunan yang meliputi gedung sekolah, asrama siswa dan guru, gedung serbaguna, fasilitas olahraga, serta ruang terbuka hijau.
Lokasi sekolah berada di perbukitan dengan ketinggian sekitar 161 meter di atas permukaan laut, sehingga penataan kawasan diharapkan memberikan lingkungan belajar yang nyaman dan aman bagi siswa.
PT Brantas Abipraya (Persero) berperan dalam pembangunan SRT 1 Kabupaten Bogor dan melihat dimulainya MPLS sebagai tanda fasilitas tersebut mulai dimanfaatkan masyarakat.
"Kami bersyukur pembangunan SRT 1 Kabupaten Bogor telah selesai dan kini mulai dimanfaatkan oleh masyarakat. Bagi Brantas Abipraya, setiap infrastruktur yang kami bangun tidak berhenti pada selesainya pekerjaan konstruksi, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap sekolah ini menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para siswa," ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya, dalam keterangan resmi.
Dian menambahkan pentingnya kualitas fasilitas pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik dan memastikan pembangunan SRT 1 Kabupaten Bogor memperhatikan aspek tersebut secara menyeluruh.
"Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, kami ingin turut menghadirkan infrastruktur pendidikan yang berkualitas, aman, dan dapat segera dimanfaatkan. Ini menjadi bagian dari komitmen Brantas Abipraya untuk memberikan nilai tambah melalui setiap karya yang kami bangun," ujar Dian lagi.
Program Sekolah Rakyat bertujuan memberikan kesempatan pendidikan lebih luas bagi anak dari keluarga kurang mampu, dengan fasilitas asrama dan pendukung lain yang membangun ekosistem pendidikan terpadu di kawasan tersebut.
Sekolah ini diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus tempat pengembangan karakter dan keterampilan siswa. MPLS menjadi tahap awal pengenalan lingkungan sekolah, tenaga pengajar, dan interaksi antar siswa.
Dian menegaskan bahwa manfaat pembangunan infrastruktur pendidikan diukur dari dampak nyata bagi masyarakat dan kontribusi terhadap kemajuan bangsa melalui generasi yang unggul dan berdaya saing.
"Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Melalui infrastruktur pendidikan yang berkualitas, kami ingin turut memperluas kesempatan belajar dan mendukung lahirnya generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing," kata Dian.
Ia menambahkan komitmen Brantas Abipraya untuk terus menghadirkan infrastruktur berkualitas yang tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan nilai tambah sosial berkelanjutan bagi masyarakat.
"Ke depan, Brantas Abipraya akan terus menghadirkan karya-karya infrastruktur yang berkualitas, tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing," tutup Dian.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow