Samsung Ungkap Tingkat Pembelian Kembali HP Layar Lipat Capai 40 Persen

Smallest Font
Largest Font

Tingkat pembelian kembali atau repurchase rate untuk perangkat smartphone layar lipat keluaran Samsung mencatatkan tren positif di pasar global maupun regional, seperti dilansir dari Detik iNET.

President dan CEO Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania, CU Kim, menyebutkan bahwa angka pembelian ulang untuk seri Galaxy Z Fold7 menyentuh 32 persen, sedangkan Galaxy Z Flip7 berada di angka 37 persen.

Untuk wilayah Asia Tenggara dan Oseania, proporsi konsumen yang kembali memilih ponsel berlayar lipat bahkan sudah mendekati 40 persen.

"Jika melihat tingkat repurchase rate untuk masing-masing dorm factor, angkanya mencapai 32% untuk Fold7, 37% for Flip7, dan di kawasan Asia Tenggara serta Oseania angkanya mendekati 40%," kata CU Kim.

Fenomena ini menandai pergeseran persepsi publik terhadap perangkat berteknologi fleksibel. HP foldable yang awalnya dipandang asing kini bertransformasi menjadi sarana pemenuh kebutuhan aktivitas harian.

"Inti dari strategi perangkat lipat Samsung tidak pernah sekadar membuat pengguna beradaptasi dengan teknologi atau perangkat baru. Sebaliknya, strategi berfokus pada bagaimana menghadirkan perangkat foldable secara mulus ke dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat memperkaya cara orang bekerja, berkomunikasi, dan berkreasi," ujar CU Kim.

Pertumbuhan adopsi ini didorong oleh persepsi manfaat nyata yang dirasakan oleh para pemiliknya, bukan sekadar daya tarik kebaruan bentuk fisik.

"Saya percaya hal ini menunjukkan bahwa konsumen benar-benar merasakan manfaat nyata foldable dalam aktivitas sehari-hari, bukan sekadar mengejar sesuatu yang baru," lanjutnya.

Samsung menerapkan diferensiasi karakter pada jajaran smartphone lipat terbarunya demi memenuhi beragam profil penggunanya.

Varian Galaxy Z Fold8 Ultra disiapkan untuk kebutuhan efisiensi kerja tinggi, Galaxy Z Fold8 dioptimalkan bagi penikmat konten multimedia, serta Galaxy Z Flip8 yang menonjolkan aspek portabilitas dan gaya hidup.

"Fold 8 Ultra dirancang untuk memaksimalkan produktivitas, Fold 8 dioptimalkan untuk konsumsi konten, dan Flip 8 berfokus pada ekspresi diri serta portabilitas," ujarnya.

Pola konsumsi media digital turut memperkuat ceruk pasar ini, di mana lebih dari 40 persen generasi milenial di kawasan Asia Tenggara rutin menonton tayangan video setiap hari.

"Saya yakin perangkat lipat baru ini akan menjadi pilihan terbaik bagi konsumen yang menginginkan pengalaman menonton yang imersif," kata CU Kim.

Vice President and Regional Head of Mobile Experience Business Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania, Carl Nordenberg, menilai pengalaman berinteraksi langsung menjadi penentu utama dalam keputusan adopsi konsumen.

"Sederhananya, satu hal penting yang perlu dilakukan adalah mencobanya sendiri," ujar Carl.

Karakteristik penggunaan yang berbeda dibanding ponsel pintar bertipe batangan memicu perubahan kepuasan setelah konsumen mencoba langsung lini produk fleksibel ini.

"Banyak orang berkata, 'Saya tidak benar-benar memahaminya sampai saya memilikinya. Ini khususnya berlaku untuk faktor bentuk lipat kami yang baru," jelasnya.

Inovasi desain dan ketahanan material yang diperbaiki secara konsisten dari generasi ke generasi menjadikan teknologi ini kian matang.

"Teknologi perangkat lipat telah berkembang pesat. Ini bukan lagi seperti tujuh generasi yang lalu. Perangkat-perangkat ini kini sangat canggih dan telah disempurnakan. Begitu mencobanya, Anda pasti akan menginginkannya," ujarnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed