Saham Sektor Semikonduktor Anjlok Seret Indeks KOSPI Koreksi Tajam

Smallest Font
Largest Font

Aksi jual masif melanda pasar saham Korea Selatan hingga memicu penghentian sementara perdagangan atau 'sell sidecar' di bursa KOSPI dan KOSDAQ pada Selasa (28/7/2026) pagi. Tekanan terjadi akibat jatuhnya saham sektor semikonduktor serta lonjakan nilai tukar dolar AS terhadap won.

Indeks KOSPI merosot hingga ke kisaran 6.200 setelah dibuka melemah 355,48 poin atau 5,26 persen ke level 6,400,27. Pada pukul 09.06 waktu setempat, program penawaran jual dihentikan selama lima menit saat indeks masa depan KOSPI 200 anjlok 6,42 persen.

Penurunan tajam turut melanda bursa KOSDAQ yang terlempar ke level 720 dari posisi pembukaan 742,13. Mekanisme 'sell sidecar' di bursa KOSDAQ aktif pada pukul 09.14 setelah indeks masa depan KOSDAQ 150 jatuh sebesar 6,07 persen.

Sektor semikonduktor menjadi pusat koreksi pasar seiring melemahnya saham teknologi AS seperti ASML yang turun 5,80 persen dan Nvidia sebesar 4,99 persen. Langkah lokalisasi peralatan litografi DUV oleh Tiongkok serta prospek oversuplai memicu kekhawatiran investor.

Saham Samsung Electronics tercatat merosot 8,96 persen menjadi 231.250 won, sementara SK Hynix anjlok 10,68 persen ke level 1.622.000 won. Penurunan ini memicu pelemahan pada anak perusahaan teknologi serta pemasok komponen chip lainnya.

Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar 1,0653 triliun won di pasar reguler, disusul lembaga keuangan yang melepas saham senilai 189,5 miliar won. Sebaliknya, investor ritel melakukan aksi beli bersih mencapai 1,2369 triliun won.

Kejatuhan pasar saham berimbas langsung pada nilai tukar di pasar valuta asing Seoul, di mana nilai tukar won terhadap dolar AS naik menjadi 1.470,90 won per dolar dari penutupan sebelumnya di level 1.468,50 won.

Peningkatan ketidakpastian keamanan teknologi global mendorong tingginya volatilitas pada saham-saham berbasis teknologi.

"Dengan meningkatnya kecemasan atas masalah keamanan teknologi yang melibatkan Amerika Serikat dan Tiongkok serta reorganisasi rantai pasokan semikonduktor, volatilitas penurunan yang berpusat pada saham-saham teknologi telah meningkat," kata seorang pakar industri sekuritas.

Stabilitas pasar diperkirakan masih bergantung pada arus keluar modal asing serta pergerakan nilai tukar won.

"Hingga arus keluar penawaran dan permintaan asing terhenti dan nilai tukar menemukan stabilitas, kehati-hatian terhadap volatilitas intraday yang berlebihan tetap diperlukan," ujar pakar industri sekuritas tersebut.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed