Aksi Beli Investor Asing Dorong Indeks Kospi Melonjak 16 Persen
Aksi beli bersih investor asing senilai lebih dari 5 triliun won mendorong indeks Kospi Korea Selatan melesat 16,04 persen ke level 6.490,53 pada Jumat, 31 Juli 2026 pukul 10.00 KST. Lonjakan tajam akibat sentimen positif sektor semikonduktor Amerika Serikat ini mencatatkan rekor kenaikan harian tertinggi sepanjang sejarah bursa Seoul.
Kenaikan harian ini memecahkan rekor sebelumnya sebesar 11,95 persen yang tercatat pada 30 Oktober 2008 saat krisis keuangan global, sekaligus menjadi momen pertama kalinya indeks Kospi melonjak lebih dari 800 poin dalam sehari. Sementara itu, indeks KOSDAQ turut melonjak 9,06 persen ke posisi 702,99. Sebaliknya, investor individu mencatatkan penjualan bersih sekitar 5 triliun won.
Penguatan pasar domestik dipicu oleh penguatan tajam saham semikonduktor di Wall Street, di mana indeks Philadelphia Semiconductor naik 8,19 persen. Saham Micron melesat 18,36 persen, SanDisk melonjak 25,99 persen, AMD naik 13,00 persen, dan Intel terangkat 11,30 persen, menyusul laporan keuangan kuat dari Microsoft dan Amazon.
Di bursa lokal, harga saham Samsung Electronics melonjak 24,40 persen menjadi 2.575.000 won, sedangkan SK Hynix melesat 28,44 persen ke level 16.990.000 won. Saham SK Square dan Samsung Electro-Mechanics bahkan menyentuh batas atas kenaikan harian sebesar 30 persen.
Analis Mirae Asset Securities, Sangyoung Seo, memberikan pandangannya mengenai dinamika pergerakan indeks tersebut.
"Saham semikonduktor AS, yang telah anjlok tajam selama lima sesi berturut-turut, bangkit kembali secara kuat berkat hasil kinerja yang solid dari Samsung Electronics dan Microsoft, dikombinasikan dengan arus opsi, dan ini mendorong indeks ke atas," kata Sangyoung Seo, peneliti di Mirae Asset Securities.
Prospek industri chip juga mendapat dorongan dari pernyataan pimpinan Apple terkait kondisi pasokan komponen global.
"Harga pasar memori diperkirakan akan terus meningkat setelah September, dan ini dapat memiliki dampak yang semakin signifikan pada bisnis kami," kata Tim Cook, CEO Apple.
Dari sisi analisis ekuitas, lembaga riset memproyeksikan tren pemulihan industri memori akan berlanjut dalam jangka panjang.
"Tidak hanya kontrak multi-tahun yang meningkatkan stabilitas dan visibilitas bisnis memori, tetapi eksekusi investasi berdasarkan permintaan pelanggan juga akan mengurangi kemungkinan lonjakan pasokan yang terjadi pada siklus sebelumnya," kata Minsook Chae, peneliti di Korea Investment & Securities.
Lonjakan harga saham dan penurunan volatilitas pasar ini juga bertepatan dengan mulai diberlakukannya regulasi penuh terhadap ETF berdaya ungkit (leveraged ETF) saham tunggal oleh Financial Services Commission.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow