Saham GOTO Ditransaksikan Rp 25 di Pasar Nego BEI
Aksi transaksi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyita perhatian investor pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Seperti dilansir dari Investor Daily, saham emiten teknologi ini ditransaksikan pada harga Rp 25 per saham.
Data dari RTI mencatat sebanyak 27.899.999 lot saham GOTO diperdagangkan melalui pasar negosiasi BEI pada harga tersebut. Total nilai keseluruhan dari transaksi nego ini menembus angka Rp 69,7 miliar.
Meskipun nilainya terbilang fantastis, belum ada rilis atau keterangan resmi dari pihak terkait mengenai latar belakang transaksi saham GOTO di pasar negosiasi tersebut hingga informasi ini dipublikasikan.
Pergerakan di pasar reguler BEI menunjukkan dinamika berbeda, di mana harga saham GOTO bertahan stagnan pada level Rp 50. Penawaran jual terpantau menumpuk hingga mencapai 249.488.757 lot saham pada tingkat harga tersebut.
Volume perdagangan saham GOTO di pasar reguler BEI baru mencatatkan 8,74 juta saham. Adapun nilai transaksi pasar reguler ini terhitung senilai Rp 437,16 juta.
Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk sebelumnya sempat memberikan penegasan terkait fundamental perusahaan. Perseroan berhasil membukukan performa keuangan yang positif selama dua kuartal berturut-turut pada tahun ini.
Perusahaan teknologi tersebut sukses meraup laba bersih sebesar Rp 607,48 miliar sepanjang semester I-2026. Pencapaian ini menandai pembalikan kinerja dari posisi rugi bersih senilai Rp 580,01 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pihak GOTO turut memberikan tanggapan mengenai keputusan MSCI Inc yang melakukan eksklusi atas saham perseroan dari indeks. Manajemen menegaskan bahwa peninjauan tersebut murni alasan teknis akibat harga saham berada di batas bawah Rp 50 dengan volume rendah, bukan mencerminkan kondisi operasional.
"Kami memperhatikan keputusan MSCI terkait eksklusi GOTO dari indeks sahamnya, dan kami menyadari bahwa ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami,” ujar Head of Corporate Affairs GoTo Audrey Petriny dikutip dari Antara, Kamis (13/8/2026).
Manajemen memastikan bakal terus menjalin dialog dengan pihak pengelola indeks global tersebut. Di saat yang sama, fokus operasional tetap diarahkan pada pertumbuhan bisnis internal demi pemegang saham.
“Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI. Sementara itu, kami akan tetap fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” ujar Audrey.
Detail Finansial dan Rebalancing Indeks
Peningkatan laba bersih emiten ditopang oleh capaian pendapatan bersih sebesar Rp 10,99 triliun selama semester I-2026. Nilai pendapatan ini tumbuh 28,45 persen (yoy) bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu di angka Rp 8,55 triliun.
Seiring ekspansi bisnis, total biaya dan beban perusahaan tercatat merambat naik 16,87 persen (yoy) menjadi Rp 10,21 triliun. Angka beban ini meningkat dari posisi semester I tahun lalu yang sebesar Rp 8,73 triliun.
EBITDA Grup yang disesuaikan berhasil melampaui Rp 1 triliun untuk pertama kalinya. Capaian ini diklaim masih selaras dengan target tahunan perseroan yang membidik EBITDA yang disesuaikan pada rentang Rp 3,2 hingga Rp 3,4 triliun.
Posisi neraca keuangan per 30 Juni 2026 mencatat total aset perusahaan berada di angka Rp 47,47 triliun. Jumlah kumulatif antara liabilitas dan ekuitas perseroan juga berada pada level Rp 47,47 triliun.
Penyesuaian MSCI Equity Indexes August 2026 Index Review memicu pengeluaran dua saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, termasuk GOTO. Perubahan rebalancing indeks ini bakal berlaku efektif mulai 1 September 2026 setelah penutupan perdagangan pasar modal pada 31 Agustus 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow