Saham Garuda Indonesia Melonjak 31 Persen Usai Kabar Merger Pelita Air

Smallest Font
Largest Font

Harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melambung hingga 31,48 persen ke level Rp71 per lembar saham pada perdagangan Senin (10/8/2026). Kenaikan signifikan ini didorong oleh respons investor terhadap kabar kemajuan rencana merger perseroan dengan Pelita Air.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi saham GIAA menembus angka Rp102,27 miliar. Lonjakan harga tersebut bahkan sempat menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) pada sesi perdagangan hari yang sama.

Riset BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa selain kabar penggabungan usaha, proyeksi laporan keuangan kuartal II 2026 turut menjadi katalis positif. Manajemen GIAA mengonfirmasi bahwa proses merger saat ini masih berada dalam tahap pengkajian mendalam bersama pemegang saham.

Proses kajian tersebut dirancang secara menyeluruh guna mempertimbangkan penguatan ekosistem penerbangan nasional. Manajemen memastikan seluruh kegiatan operasional penerbangan Garuda Indonesia Group tetap berjalan normal tanpa gangguan selama proses berlangsung.

"Saat ini masih berada dalam tahap kajian dan pembahasan pada tingkat pemegang saham dan bersama para pihak terkait," kata manajemen GIAA.

Kajian mendalam tersebut dilaksanakan untuk memastikan keberlanjutan program efisiensi perseroan. Pihak maskapai menekankan pentingnya menjaga stabilitas layanan penerbangan di tengah proses konsolidasi bisnis.

"Sampai dengan saat ini belum terdapat keputusan final mengenai bentuk maupun mekanisme konsolidasi tersebut," jelas manajemen.

Ketidakpastian bentuk konsolidasi membuat manajemen memfokuskan perhatian pada pemulihan operasional harian. Garuda memastikan seluruh jadwal penerbangan dan layanan penumpang tetap beroperasi seperti biasa.

"Perseroan tetap menjalankan kegiatan operasional, pelayanan kepada pelanggan, dan agenda transformasi sebagaimana berjalan saat ini, tanpa terdapat perubahan pada rencana penerbangan maupun komitmen layanan Perseroan," kata manajemen.

Di sisi lain, transparansi informasi akan terus dijaga kepada publik dan pemegang saham. Setiap tahapan penting dalam rencana aksi korporasi ini bakal diumumkan secara resmi melalui saluran regulasi.

"Setiap perkembangan yang bersifat material akan disampaikan oleh Perseroan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku," ungkap perseroan.

Inisiatif penggabungan ini berawal dari rencana PT Pertamina (Persero) untuk melepaskan unit bisnis penerbangannya. Langkah tersebut diambil guna menata portofolio bisnis Pertamina agar lebih fokus pada sektor migas dan energi baru terbarukan.

"Sebagai contoh untuk airline kami, kita sedang penjajakan awal untuk penggabungan dengan Garuda Indonesia," kata Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Restrukturisasi bisnis Pertamina juga mencakup rencana pelepasan lini bisnis pendukung lainnya. Strategi ini ditujukan untuk mengoptimalkan efisiensi operasional di seluruh grup perusahaan.

"Kami juga melakukan optimasi proses bisnis di seluruh lini sehingga setiap aktivitas dapat berjalan lebih efisien dan efektif," kata Simon.

"Kajian tersebut masih bersifat menyeluruh dan mencakup berbagai aspek strategis, dengan mempertimbangkan penguatan ekosistem penerbangan nasional sekaligus keberlanjutan agenda transformasi perseroan," jelas manajemen GIAA.

Perseroan mengingatkan para pemangku kepentingan agar memantau perkembangan resmi dari keterbukaan informasi publik. Langkah ini penting untuk menghindari spekulasi yang tidak berdasar di pasar modal.

"Setiap perkembangan yang bersifat material akan disampaikan oleh perseroan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk merujuk pada informasi resmi yang disampaikan perseroan melalui kanal keterbukaan informasi," terang manajemen Garuda Indonesia (GIAA).

Secara finansial, GIAA mencatat perbaikan kinerja pada kuartal I-2026 dengan pendapatan mencapai USD762,4 juta, tumbuh 5,4 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong peningkatan pendapatan penumpang sebesar 8,1 persen menjadi USD608,5 juta, sementara beban usaha berhasil dipangkas 0,7 persen menjadi USD713,2 juta.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed