Saham Garuda Meledak Melesat 33,33 Persen hingga Auto Reject Atas
Saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melonjak tajam pada sesi I perdagangan Senin (10/8/2026). Pergerakan harga saham maskapai BUMN tersebut menyentuh batas auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 33,33 persen ke level Rp 72 per lembar saham.
Aktivitas perdagangan mencatat transaksi saham GIAA mencapai 534,47 juta lembar saham dengan frekuensi 11.934 kali. Nilai transaksi keseluruhan diperkirakan menembus Rp 35,5 miliar.
Lonjakan saham ini terjadi menyusul laporan pemaparan kinerja perseroan dalam Surabaya Investor Meeting and Connectivity 2026 yang berlangsung pada 5 Agustus 2026. Dalam kesempatan itu, manajemen memberikan penjelasan terkait rencana konsolidasi Garuda Indonesia Group bersama Pelita Air.
Manajemen Garuda Indonesia menjelaskan bahwa rencana penggabungan dengan Pelita Air masih masuk tahap pengkajian intensif. Proses pembahasan terus bergulir di tingkat pemegang saham serta pihak-pihak berwenang lainnya.
"Kajian tersebut masih bersifat menyeluruh dan mencakup berbagai aspek strategis, dengan mempertimbangkan penguatan ekosistem penerbangan nasional sekaligus keberlanjutan agenda transformasi perseroan," jelas manajemen GIAA dilansir dari Investor Daily.
Hingga saat ini belum ada penetapan keputusan akhir terkait mekanisme maupun bentuk penggabungan kedua entitas bisnis maskapai tersebut. Manajemen menegaskan seluruh kegiatan operasional dan layanan penerbangan kepada penumpang tetap berjalan normal tanpa skema perubahan.
"Setiap perkembangan yang bersifat material akan disampaikan oleh perseroan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk merujuk pada informasi resmi yang disampaikan perseroan melalui kanal keterbukaan informasi," terang manajemen Garuda Indonesia (GIAA).
Strategi pertumbuhan bisnis Garuda Indonesia difokuskan pada upaya konversi perbaikan kinerja operasional menjadi pemulihan bottom line secara bertahap. Langkah ini ditempuh melalui optimalisasi kapasitas jaringan, peningkatkan produktivitas armada, efisiensi beban biaya, hingga penguatan disiplin finansial secara berkelanjutan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow