Dewan Komisaris Garuda Indonesia Mencopot Sementara Direktur Niaga

Smallest Font
Largest Font

Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk resmi memberhentikan sementara Reza Aulia Hakim dari posisinya sebagai Direktur Niaga perseroan mulai 14 Agustus 2026. Keputusan penetapan manajemen maskapai BUMN tersebut disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 13 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Pemberhentian sementara ini merujuk pada surat Dewan Komisaris dan memperhatikan surat Kepala Badan Pengaturan BUMN tertanggal 11 Agustus 2026.

Meski demikian, pihak perseroan tidak memberikan rincian alasan mendasar di balik pencopotan Reza dari jabatannya. Sebagai langkah penanganan kekosongan jabatan, Dewan Komisaris perseroan bakal menunjuk salah satu anggota Direksi untuk bertindak sebagai pelaksana tugas (PLT) Direktur Niaga. Penunjukan tersebut mengacu pada pasal 11 ayat 15 huruf a anggaran dasar perseroan yang mengatur pengisian posisi direksi yang lowong.

"Perseroan memastikan seluruh kegiatan operasional tetap berjalan normal," terang Sekretaris Perusahaan & Kepala TJSL Group Andreas Tumpal H. Hutapea.

Pernyataan dari Andreas tersebut menegaskan bahwa keputusan jajaran dewan komisaris tidak membawa pengaruh langsung terhadap lini operasional penerbangan maskapai. Seluruh aktivitas bisnis perusahaan tetap dijalankan sesuai jadwal yang ada. Reza Aulia Hakim pertama kali menjabat sebagai Direktur Niaga Garuda Indonesia pada 30 Juni 2025 melalui RUPS Luar Biasa. Mantan Direktur Niaga PT Citilink Indonesia dan Direktur Komersial PT Gapura Angkasa ini juga menguasai 16.841 lembar saham GIAA.

Di pasar saham, harga saham GIAA terkoreksi sebesar 2 poin atau 2,70 persen ke level Rp72 pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026. Meskipun mengalami penurunan tipis, saham maskapai penerbangan ini masih mencatatkan kenaikan akumulatif hingga 35,85 persen dalam jangka waktu sepekan terakhir. Pergerakan positif saham perseroan dipicu oleh dua sentimen utama pasar, yakni antisipasi rilis laporan keuangan kuartal II-2026 serta rencana konsolidasi Pelita Air ke dalam ekosistem Garuda Indonesia Group. Konsolidasi tersebut diproyeksikan akan memperkuat posisi bisnis grup penerbangan pelat merah di masa mendatang.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed