Saham BUMI Tembus Level Rp196 dan Rampungkan Akuisisi Loyal Metals

Smallest Font
Largest Font

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ditutup menguat ke level Rp196 per lembar pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di Rp202. Penguatan saham emiten tambang ini didorong oleh aksi beli bersih investor asing senilai Rp273 miliar serta kepastian akuisisi perusahaan asal Australia, Loyal Metals Limited.

Volume perdagangan BUMI mencatatkan aktivitas yang sangat masif sepanjang pekan. Pada sesi Jumat, transaksi saham BUMI memimpin pasar modal dari sisi frekuensi yang mencapai 91,48 ribu kali, dengan volume sebesar 62,43 juta lot dan nilai transaksi mencapai Rp1,23 triliun.

Langkah korporasi BUMI untuk mengambil alih 100 persen saham Loyal Metals Limited (ASX: LLM) dengan nilai transaksi AUD 79,1 juta atau setara Rp977 miliar telah mengantongi persetujuan mayoritas dari pemegang saham perusahaan target dalam Rapat Skema pada Kamis, 20 Agustus 2026.

"Skema akuisisi ini dilakukan oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) atau anak usaha yang sepenuhnya dimiliki BUMI untuk mengakuisisi 100% saham yang diterbitkan Loyal dengan pertimbangan tunai A$0,45 per saham Loyal," kata Ian Pamensky, Company Secretary Loyal Metals.

Dukungan terhadap rencana ekspansi emiten Grup Bakrie dan Salim tersebut tergolong sangat bulat. Dalam pemungutan suara resmi, sebanyak 99,86 persen suara pemegang saham menyatakan persetujuan atas skema akuisisi tersebut.

Meski keputusan rapat telah mengesahkan rencana pembelian saham, manajemen perseroan menegaskan bahwa pengalihan kepemilikan masih harus melewati sejumlah tahapan persidangan dan izin regulator di Australia.

"Sampai dengan saat ini, proses akuisisi masih berada pada tahap pemenuhan persyaratan sehingga belum terjadi pengalihan dana maupun saham," kata RA Sri Dharmayanti, Direktur Bumi Resources.

Manajemen menambahkan bahwa seluruh proses transaksi belum mengikat secara hukum penuh sebelum syarat-syarat pendahuluan diselesaikan.

"Persyaratan umum lainnya adalah jika, selama persyaratan-persyaratan tersebut belum seluruhnya terpenuhi, maka transaksi akuisisi belum dapat dinyatakan selesai dan belum menimbulkan akibat hukum apapun atas perpindahan kepemilikan Loyal Metals Limited kepada perseroan," ujar RA Sri Dharmayanti, Direktur Bumi Resources.

Secara teknikal, pergerakan BUMI berhasil mengonfirmasi breakout dari pola konsolidasi ascending triangle setelah mampu bertahan di atas area resistance 195. Analis mengindikasikan bahwa pergerakan harga saham BUMI berpotensi melanjutkan kenaikan jika mampu bertahan di atas area support baru 192.

"BUMI jika mampu breakout 190, saham berpotensi melanjutkan penguatan menuju 196-204," kata Analis BRI Danareksa Sekuritas.

Dari aspek fundamental dan makro, prospek bisnis batu bara dan emas perseroan pada kuartal III-2026 diproyeksikan mendapat dorongan positif dari pemulihan anak usahanya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

"Selain bisnis emas, prospek batu bara BUMI mendapat katalis dari potensi kenaikan harga akibat El Nino, sementara volume produksi relatif terlindungi melalui penggunaan conveyor belt," kata Analis Samuel Sekuritas Indonesia.

Hingga semester I-2026, BUMI membukukan total pendapatan sebesar 866,75 juta dolar AS, tumbuh 27,85 persen secara tahunan, dengan laba bersih entitas induk melonjak 188,39 persen menjadi 58,85 juta dolar AS. Perseroan bersama PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga dipastikan tetap bertahan dalam indeks acuan MSCI Small Cap Index periode Agustus 2026.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed