Saham BCA Menguat ke Rp 6350 Usai Aksi Beli Asing

Smallest Font
Largest Font

Aksi beli bersih oleh investor asing mendorong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berbalik menguat 0,79 persen ke level Rp 6.350 pada perdagangan Rabu (12/8/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Penguatan harga saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut terjadi seiring akumulasi net buy dari pemodal asing yang mencapai Rp 82,81 miliar di pasar reguler.

Kondisi ini membalikkan situasi perdagangan Selasa (11/8/2026), ketika saham berkode BBCA tersebut sempat melemah 1,18 persen akibat aksi jual asing sebesar Rp 64,83 miliar.

Aktivitas perdagangan saham BBCA pada Rabu mencatatkan total volume sebanyak 87,18 juta saham dengan frekuensi transaksi 16.035 kali dan nilai mencapai Rp 549,68 miliar.

Meskipun tercatat terkoreksi 1,55 persen dalam sepekan terakhir, kinerja pergerakan harga saham BCA masih membukukan tren positif dengan kenaikan 2,83 persen dalam periode satu bulan.

Sejumlah perusahaan sekuritas memberikan pandangan serta target harga terhadap saham BBCA. Mandiri Sekuritas memasukkan BBCA dalam daftar saham swing trade dengan area masuk di level Rp 6.450, target harga Rp 7.000, serta stop loss pada Rp 6.150.

Sementara itu, riset Samuel Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan laba BCA pada semester II-2026 berada pada tingkatan moderat akibat peningkatan beban operasional dan biaya kredit yang berpotensi menyentuh 60 basis poin.

Samuel Sekuritas menjelaskan faktor penyeimbang kinerja BCA berada pada potensi pemulihan margin bunga bersih (NIM) yang diperkirakan bergeser ke rentang 5,5 persen hingga 5,9 persen, melebihi panduan manajemen di angka 5,4 persen sampai 5,6 persen.

Peningkatan NIM tersebut ditopang oleh penyaluran kredit kuartal II-2026 dengan imbal hasil bunga 50-100 basis poin lebih tinggi, perbaikan imbal hasil kredit korporasi, serta kenaikan reinvestasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar 60 basis poin secara kuartalan.

"Namun, potensi pemulihan margin bunga bersih BCA (BBCA) menjadi faktor penyeimbang bagi kinerja bank tersebut," tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya pada Senin (10/8/2026).

Atas dasar perhitungan tersebut, Samuel Sekuritas menetapkan rekomendasi beli dengan target harga Rp 7.150 berdasarkan estimasi rasio Price to Book Value (P/B) sebesar 2,8 kali untuk proyeksi 2026.

Prospek positif juga disampaikan KB Valbury Sekuritas yang mempertanyakan rekomendasi beli dengan target harga mencapai Rp 9.480, memanfaatkan asumsi P/B 3,8 kali untuk tahun 2026 dibanding posisi valuasi saat ini di level 2,5 kali.

KB Valbury Sekuritas menilai koreksi harga saham BBCA belakangan ini memberikan momentum masuk yang menarik bagi investor karena harga terdiskon cukup dalam.

Selain itu, MNC Sekuritas turut mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 8.700, yang mencerminkan rasio PBV sebesar 3,4 kali pada estimasi tahun 2026 dan 3 kali untuk estimasi tahun 2027.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed