Saham BBRI Merah Investor Asing Catat Net Sell Rp 84 Miliar

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami penurunan sebesar 1,31 persen hingga menyentuh level Rp 3.020 pada penutupan perdagangan Rabu (5/8/2026). Pergerakan ini dilansir dari Investor Daily setelah pada hari sebelumnya sempat menguat sebesar 1,32 persen.

Aktivitas perdagangan mencatat volume sebanyak 111,46 juta saham yang ditransaksikan dengan frekuensi 27.270 kali. Total nilai transaksi saham BBRI mencapai Rp 338,47 miliar, sementara pemodal asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 84,41 miliar.

Meskipun mengalami koreksi harian, performa saham perseroan dalam periode satu bulan terakhir masih mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 11,44 persen. Lonjakan tersebut terjadi di tengah antisipasi para pelaku pasar modal terhadap publikasi laporan keuangan semester I-2026.

Hingga saat ini, perseroan belum merilis laporan keuangan resmi untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Hal tersebut menjadi perhatian investor mengingat sejumlah emiten lain telah menyampaikan kinerjanya.

Manajemen perseroan mengonfirmasi bahwa audit oleh akuntan publik sedang dilakukan terhadap laporan keuangan periode pertengahan tahun ini. Langkah audit ini diambil guna mendukung rencana aksi korporasi serta pelaksanaan aspirasi pemegang saham.

"Sehubungan dengan hal tersebut, perseroan akan menyampaikan atau melakukan publikasi laporan leuangan periode 30 Juni 2026 sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Sekretaris Perusahaan BRI, Dhanny.

Rekam Jejak Kinerja dan Prospek Dividen

Pada kuartal I-2026, perseroan bersama entitas anak berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp 15,5 triliun. Capaian laba bersih tersebut tumbuh 14 persen secara tahunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

BRI Danareksa Sekuritas menilai kinerja perbankan ini tetap berada dalam jalur yang sehat. Pergeseran strategi dari segmen mikro dan konsumer menuju korporasi serta komersial dinilai berhasil menopang pertumbuhan, meskipun berpotensi menekan margin jangka panjang.

Berdasarkan catatan historis tahun buku 2025, perseroan telah menyalurkan total dividen sebesar Rp 52,10 triliun atau Rp 345 per saham. Nilai tersebut terdiri atas dividen interim sebesar Rp 20,63 triliun serta dividen final sebesar Rp 31,47 triliun.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed