Saham BBRI Melonjak 1,95 Persen Usai Investor Asing Cetak Net Buy

Smallest Font
Largest Font

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berhasil membalikkan arah pergerakan dengan menguat 1,95 persen ke level Rp 3.140 per saham pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Perubahan arah ini dipicu aksi beli bersih atau net buy investor asing yang mencapai Rp 292,17 miliar, dilansir dari Investor Daily.

Volume perdagangan saham BBRI mencatatkan transaksi sebesar 156,12 juta saham dengan frekuensi 22.635 kali dan nilai total mencapai Rp 488,44 miliar. Lonjakan ini terjadi setelah dua hari bursa sebelumnya saham perbankan BUMN tersebut terus dibukukan net sell oleh investor asing, hingga harganya sempat terkoreksi 1,28 persen pada 18 Agustus 2026.

Catatan aksi beli asing tersebut menempatkan BBRI sebagai saham kedua yang paling banyak dibeli investor asing pada Kamis kemarin. Posisi pertama diduduki oleh saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang mencatatkan net buy senilai Rp 408,1 miliar.

Pergerakan ini mendapat perhatian dari sejumlah lembaga riset dan sekuritas. JP Morgan menilai positif prospek saham BBRI menyusul adanya perbaikan internal serta dorongan dari program-program pemerintah yang berfokus pada masyarakat lapisan bawah. Lembaga ini menyoroti kekuatan bisnis kredit mikro perusahaan yang menjadi motor utama profitabilitas.

"Kini, masalah BBRI mulai diperbaiki, seiring perbaikan internal dan banyaknya program pemerintah yang menyasar masyarakat bawah," tulis JP Morgan.

JP Morgan memprediksi konsensus pasar akan segera merevisi naik proyeksi kinerja keuangan perseroan. Valuasi yang dinilai masih murah dipandang sebagai katalis kuat untuk mendorong reli harga saham lebih lanjut. JP Morgan meningkatkan rekomendasi saham BBRI menjadi overweight dengan target harga Rp 3.400, yang dihitung berdasarkan PBV wajar 1,2 kali, ROE 17,4 persen, biaya modal 15,4 persen, serta terminal growth rate 7 persen.

Sementara itu, CGS International Sekuritas memproyeksikan saham BBRI berpeluang melanjutkan penguatan dengan level resistance pertama di 3.157 dan resistance kedua di 3.173. Meski demikian, batas risiko penurunan tetap terbuka dengan level support pertama di 3.107 dan support kedua di 3.073.

Prospek positif juga disampaikan KB Valbury Sekuritas yang mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BBRI. Menggunakan metode Gordon Growth Model (GGM), target harga ditetapkan sebesar Rp 4.010, yang setara dengan price to book value (P/B) 1,8 kali untuk proyeksi 2026. Saat ini saham BBRI diperdagangkan pada P/B 2026 sebesar 1,2 kali, berada di bawah level -2 standar deviasi sebesar 1,5 kali.

Beberapa faktor pendorong utama kinerja BBRI mencakup pertumbuhan kredit yang berpotensi melebihi ekspektasi, penyesuaian imbal hasil kredit, penurunan cost of credit (CoC) seiring membaiknya kualitas aset, serta pendapatan non-bunga yang lebih kuat. Namun, risikonya meliputi pertumbuhan kredit yang lebih lemah dari perkiraan, rasio biaya terhadap pendapatan yang membengkak, potensi kenaikan pencadangan, sentimen negatif domestik, serta tekanan fluktuasi nilai tukar rupiah.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed