Investor Asing Beli Bersih Saham Indonesia Rp2 Triliun pada 1 September
Investor asing mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp2,03 triliun di bursa saham Indonesia pada perdagangan Selasa (1/9/2026). Masuknya aliran dana asing tersebut berpusat pada saham-saham perbankan besar dan bertepatan dengan lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,14 persen ke level 6.599,94.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi sasaran akumulasi utama investor asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp841 miliar. Total pembelian asing pada saham BBRI menembus Rp1,15 triliun, sementara nilai penjualannya tercatat sebesar Rp305,9 miliar.
Posisi berikutnya ditempati oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net buy asing sebesar Rp435,4 miliar. Selanjutnya, saham sektor pertambangan dan energi seperti PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) serta PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) juga diborong asing masing-masing Rp183,2 miliar dan Rp179,5 miliar.
| No | Emiten | Kode | Net Buy Asing |
|---|---|---|---|
| 1 | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk | BBRI | Rp841 miliar |
| 2 | PT Bank Central Asia Tbk | BBCA | Rp435,4 miliar |
| 3 | PT Merdeka Battery Materials Tbk | MBMA | Rp183,2 miliar |
| 4 | PT Abadi Lestari Indonesia Tbk | RLCO | Rp179,5 miliar |
| 5 | PT Bumi Resources Tbk | BUMI | Rp172,3 miliar |
| 6 | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk | BMRI | Rp172,3 miliar |
| 7 | PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk | CUAN | Rp132,2 miliar |
| 8 | PT Chandra Asri Pacific Tbk | TPIA | Rp131,1 miliar |
| 9 | PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk | CPIN | Rp74,3 miliar |
| 10 | PT ESSA Industries Indonesia Tbk | ESSA | Rp68,2 miliar |
Di sisi lain, aksi lepas saham oleh investor luar negeri juga terjadi pada sejumlah emiten. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat aksi jual bersih asing terbesar mencapai Rp152,5 miliar, disusul oleh KOTA sebesar Rp92,7 miliar dan ISAT sebesar Rp84 miliar.
Analisis dari Pluang Maju Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBRI dengan target harga Rp4.050 dalam jangka waktu 12 bulan. Rekomendasi tersebut didorong oleh efisiensi biaya dana dan potensi pemulihan penyaluran kredit segmen mikro yang berkapasitas meningkatkan margin bunga bersih.
Selain arus modal di pasar reguler awal September, dinamika pasar juga dipengaruhi oleh pergerakan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Pada perdagangan 24–28 Agustus 2026, akumulasi asing pada DSSA sempat menembus net buy Rp1,21 triliun yang sebagian besar ditopang transaksi di pasar negosiasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow