Saham BBRI Mampu Bangkit Meski Tekanan Jual Asing Menguat
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berhasil menguat ke level Rp 3.150 pada perdagangan Kamis (27/8/2026) meski investor asing mencatatkan pelepasan saham yang cukup signifikan, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing pada emiten perbankan tersebut mencapai Rp 274,41 miliar dalam sehari. Angka ini mencatatkan kenaikan dibandingkan dua hari bursa sebelumnya yang masing-masing mencatat net sell sebesar Rp 178,02 miliar dan Rp 30,71 miliar.
Secara keseluruhan, akumulasi penjualan bersih investor asing pada saham BRI mencapai Rp 305,12 miliar dalam tiga hari perdagangan terakhir. Kendati demikian, harga saham BBRI ditutup naik 0,64 persen setelah sempat melemah masing-masing sebesar 1,55 persen dan 1,57 persen pada 24 dan 25 Agustus.
Aktivitas perdagangan saham BBRI pada hari tersebut melibatkan 164,83 juta lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 27.862 kali dan nilai total mencapai Rp 515,45 miliar.
Analis dari KB Valbury Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBRI dengan target harga berbasis Gordon Growth Model (GGM) sebesar Rp 4.010 per lembar. Target harga tersebut mencerminkan proyeksi price to book value (P/B) sebesar 1,8 kali untuk tahun 2026.
Saat ini saham BBRI dinilai diperdagangkan pada valuasi yang tergolong murah, yakni dengan P/B 2026 sebesar 1,2 kali, berada di bawah level -2 standar deviasi yang tercatat sebesar 1,5 kali.
Laju saham BBRI berpotensi mendapat katalis positif dari pertumbuhan kredit yang melampaui ekspektasi serta penyesuaian imbal hasil kredit yang dapat mendorong net interest margin (NIM) melebihi panduan tahun 2026. Selain itu, penurunan cost of credit (CoC) akibat perbaikan kualitas aset dan penguatan pendapatan non-bunga diperkirakan bakal menyokong pertumbuhan laba perusahaan.
Di sisi lain, potensi risiko yang dapat menekan kinerja saham meliputi pertumbuhan kredit yang lebih rendah dari perkiraan, lonjakan rasio biaya terhadap pendapatan, kenaikan pencadangan, serta berlanjutnya sentimen negatif domestik dan pelemahan nilai tukar rupiah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow