Saham BBRI Anjlok Ke Rp 3080 Usai Investor Asing Lepas Rp 170 Miliar

Smallest Font
Largest Font

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami penurunan harga sebesar 1,28 persen ke level Rp 3.080 pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Perubahan arah ini terjadi setelah investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 170 miliar, mengakhiri tren beli bersih yang berlangsung selama empat hari bursa sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Dalam transaksi tersebut, sebanyak 153,8 juta saham BBRI diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 477,71 miliar melalui frekuensi perdagangan sebanyak 34.565 kali.

Analis CGS International Sekuritas memproyeksikan adanya risiko pelemahan lanjutan pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Tingkat support saham BBRI diperkirakan berada pada kisaran Rp 3.060 dan Rp 3.040, sementara potensi penguatan tetap terbuka dengan level resistance pertama di Rp 3.120 dan resistance kedua di Rp 3.160.

Di sisi lain, JP Morgan memberikan penilaian positif terhadap prospek saham BBRI dengan meningkatkan rekomendasinya menjadi overweight. Lembaga riset tersebut menetapkan target harga sebesar Rp 3.400 berdasarkan Price to Book Value (PBV) wajar 1,2 kali, Return on Equity (ROE) 17,4 persen, risk free rate 7 persen, biaya modal 15,4 persen, serta terminal growth rate 7 persen.

Menurut hasil riset JP Morgan, kekuatan utama BBRI terletak pada lini bisnis kredit mikro yang mendatangkan profitabilitas besar. Kendati sempat terhambat akibat penurunan kualitas aset, kinerja perseroan dinilai mulai pulih.

"Kini, masalah BBRI mulai diperbaiki, seiring perbaikan internal dan banyaknya program pemerintah yang menyasar masyarakat bawah," tulis JP Morgan.

JP Morgan memprediksi konsensus pasar akan segera merevisi proyeksi kinerja keuangan BBRI. Valuasi harga saham yang masih relatif murah diperkirakan menjadi katalis kuat yang memicu pendorongan reli harga saham di pasar.

Sementara itu, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BBRI dengan target harga berbasis Gordon Growth Model (GGM) sebesar Rp 4.010, yang setara dengan proyeksi P/B sebesar 1,8 kali untuk tahun 2026.

KB Valbury Sekuritas menyoroti bahwa saham BBRI saat ini diperdagangkan pada valuasi murah dengan P/B 2026 sebesar 1,2 kali, atau berada di bawah level -2 standar deviasi sebesar 1,5 kali. Potensi katalis positif mencakup pertumbuhan kredit yang melampaui perkiraan, penyesuaian imbal hasil kredit, penurunan cost of credit, serta penguatan pendapatan non-bunga.

Meskipun demikian, terdapat beberapa risiko utama yang perlu diwaspadai, antara lain pertumbuhan kredit yang lebih rendah dari target, peningkatan rasio biaya terhadap pendapatan, lonjakan pencadangan, serta tekanan pada nilai tukar rupiah.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed