Saham BBNI Dibuka Naik ke Rp 3600 Per Lembar Hari Ini
Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dibuka menguat 10 poin atau 0,28 persen ke level Rp 3.600 per lembar saham pada sesi pertama perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, beriringan dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan.
Penguatan harga saham bank pelat merah tersebut melanjutkan tren positif usai investor asing mencatatkan akumulasi beli bersih (net buy) sebesar Rp 130,06 miliar sepanjang periode 6 hingga 14 Agustus 2026. Kapitalisasi pasar BBNI saat ini tercatat mencapai Rp 135 triliun.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, saham BBNI berada di posisi Rp 3.630 per lembar saham dengan volume transaksi mencapai 19,65 juta saham senilai Rp 71,03 miliar. Kinerja ini mendorong penguatan saham BBNI sebesar 2,83 persen dalam akumulasi satu bulan terakhir, meski secara tahunan terkoreksi 14,79 persen.
Dari sisi kinerja keuangan, BBNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 10,75 triliun pada semester I-2026, tumbuh dari Rp 10,09 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal II-2026, penyaluran kredit perseroan mencapai Rp 969 triliun atau naik 24,4 persen secara tahunan, terutama ditopang pertumbuhan segmen korporasi dan menengah.
Kendati demikian, manajemen BBNI merespons tekanan pada margin bunga bersih (NIM) dengan memangkas panduan NIM 2026 menjadi 3,3 persen hingga 3,5 persen. Penyesuaian ini dipengaruhi oleh rencana penarikan saldo Simpanan Anggaran Lebih (SAL) Kementerian Keuangan sebesar Rp 84,7 triliun pada Oktober 2026.
Langkah revisi panduan ini turut memperhitungkan potensi kenaikan biaya pendanaan secara jangka pendek bagi perseroan.
"Penarikan dana tersebut berpotensi membuat struktur pendanaan BBNI lebih mahal," kata analis Samuel Sekuritas.
Di tengah tekanan biaya dana, indikator kualitas aset perseroan memperlihatkan perbaikan berkelanjutan pada pertengahan tahun ini.
"Kualitas aset terus membaik, dengan rasio Loans at Risk (LAR) turun menjadi 8,1 persen dari 11 persen tahun sebelumnya," ujar analis Samuel Sekuritas.
Atas pertimbangan valuasi harga saham yang kini berada di level rasio P/BV sekitar 0,7 kali serta potensi yield dividen hingga 7,4 persen, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 4.700 per lembar. Sementara itu, Mandiri Sekuritas merilis rekomendasi beli untuk BBNI dengan target harga Rp 4.000 per lembar saham.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow