Rusia Hantam Kyiv dengan Rudal Balistik 17 Orang Tewas

Smallest Font
Largest Font

Ibu kota Ukraina, Kyiv, dihantam gelombang serangan rudal balistik dan drone Rusia pada Rabu (5/8/2026). Insiden pemboman ini menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai 44 lainnya, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Aksi militer tersebut menjadi salah satu serangan paling mematikan oleh Kremlin ke Kyiv sepanjang tahun ini. Pada saat bersamaan, drone milik Ukraina dilaporkan menyerang gudang platform belanja online terbesar Rusia, Wildberries.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para keluarga korban tewas. Ia mengungkapkan bahwa rentetan serangan dahsyat itu melibatkan 24 rudal balistik, empat rudal Zircon atau Oniks, serta 115 drone.

Fasilitas pergudangan bisnis sipil menjadi sasaran utama serangan Rusia tersebut, selain menghantam stasiun kereta api dan infrastruktur publik.

"Sistem penangkis rudal balistik sebenarnya bisa menyelamatkan nyawa mereka yang gugur hari ini. Sangat penting bagi para mitra kami untuk memahami bahwa penundaan pasokan, atau ketidakmauan menyediakan sistem pertahanan anti-balistik, secara langsung berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan kehancuran yang mengerikan ini," tegas Zelensky melalui unggahannya di platform X.

Pihaknya mendesak negara-negara mitra untuk mengambil tindakan lebih tegas guna membatasi kapasitas militer Moskow.

"Sanksi baru juga dapat membantu dari negara mitra yang belum siap mengambil peran aktif dalam memasok sistem penangkis rudal, mengingat sebagian besar produksi rudal balistik Rusia saat ini belum tersentuh sanksi internasional," tambah Zelensky.

Ukraina hingga kini masih bergantung pada sistem Patriot PAC-3 buatan Amerika Serikat untuk mencegat rudal balistik Rusia. Namun, Presiden AS Donald Trump pada 30 Juli 2026 menyatakan belum memutuskan apakah akan mengizinkan Kyiv memproduksi rudal penangkis Patriot secara mandiri.

Di sisi lain, Ukraina melancarkan serangan balasan yang menyasar jaringan logistik Rusia. Gubernur wilayah Tula di Rusia barat, Dmitry Milyaev, memberikan keterangannya mengenai situasi di wilayahnya melalui saluran digital.

"Kementerian Pertahanan Rusia telah menghancurkan 107 drone Ukraina dalam semalam," ujar Dmitry Milyaev melalui Telegram.

Milyaev mengonfirmasi bahwa salah satu drone yang jatuh memicu kebakaran besar di pusat pemilahan barang milik Wildberries, tetapi tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Marketplace Wildberries sendiri diperkirakan menyumbang sekitar 3% dari total Produk Domestik Bruto Rusia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed