Rupiah Menguat ke Rp17.905 Usai Ekonomi Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29%
Nilai tukar rupiah mencatatkan penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat pada Rabu (5/8/2026). Apresiasi mata uang ini didorong oleh rilis laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang melampaui ekspektasi pasar.
Berdasarkan data Refinitiv pukul 11.15 WIB, rupiah terapresiasi 0,61 persen ke level Rp17.905 per dolar AS. Angka ini menunjukkan laju positif dibandingkan sesi pembukaan perdagangan pagi yang berada di posisi Rp17.957 per dolar AS.
BPS mencatat kinerja ekonomi domestik tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, pertumbuhan secara kuartalan (quarter to quarter/qtq) menyentuh angka 3,73 persen dibandingkan kuartal I-2026.
Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada periode ini menembus Rp6.552,1 triliun. Adapun nilai PDB atas dasar harga konstan tercatat mencapai Rp3.576,2 triliun.
Realisasi pertumbuhan tersebut mematahkan konsensus pasar yang melibatkan 15 institusi. Sebelumnya, para analis hanya memproyeksikan PDB nasional akan tumbuh di kisaran 5,12 persen secara tahunan dan 3,56 persen secara kuartalan.
Pencapaian makroekonomi ini menjadi sentimen positif yang mengangkat posisi rupiah di pasar valuta asing. Hal tersebut dinilai merepresentasikan ketahanan ekonomi domestik di tengah tingginya tekanan eksternal.
Laju pertumbuhan 5,29 persen ini tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang berada di level 5,12 persen. Secara kuartalan, aktivitas perekonomian juga berhasil bangkit kuat dari kontraksi 0,77 persen pada kuartal sebelumnya.
Meskipun menunjukkan tren yang solid, kinerja tahunan kuartal II-2026 terpantau sedikit melambat jika disandingkan dengan kuartal I-2026. Pada awal tahun tersebut, laju perekonomian nasional sempat menyentuh rekor 5,61 persen secara tahunan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow