Rupiah Menguat ke Rp17.715 per Dolar AS pada 1 September 2026
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 7 poin atau 0,04 persen ke level Rp17.715 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa, 1 September 2026. Penguatan mata uang Garuda ini terdorong oleh pergerakan dolar AS yang sedang mengalami koreksi di pasar global.
Data perdagangan Bloomberg mencatatkan pergerakan awal dolar AS dibuka pada kisaran Rp17.700-an. Posisi ini membaik dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya, Senin, 31 Agustus 2026, ketika rupiah berada di level Rp17.722 per dolar AS setelah melemah 0,15 persen. Koreksi juga sebelumnya terjadi pada kurs Jisdor Bank Indonesia yang turun 0,24 persen ke posisi Rp17.746 per dolar AS.
Koreksi pada dolar AS dipicu oleh kekhawatiran pasar terkait rencana Departemen Keuangan AS yang akan meningkatkan ukuran pembelian kembali (buyback) obligasi jangka panjang. Program tersebut dinaikkan menjadi sedikitnya 4 miliar dolar AS per operasi mulai 9 September 2026, dari alokasi sebelumnya sebesar 2 miliar dolar AS.
Sebelum mengalami penurunan tipis pada Selasa pagi, dolar AS sempat menguat akibat sentimen hawkish Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh serta lonjakan harga minyak pasca eskalasi konflik di Timur Tengah. Secara akumulasi sepanjang tahun 2026, mata uang Paman Sam tersebut masih mencatatkan penguatan sebesar 6,21 persen.
Analis Doo Financial, Lukman Leong, memberikan pandangannya mengenai proyeksi pergerakan mata uang domestik di tengah sentimen internasional dan proyeksi data nasional.
"Rupiah diperkirakan dibuka datar dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS yang terkoreksi," ucap Lukman Leong, Analis Doo Financial.
Di sisi domestik, pergerakan pelaku pasar cenderung tertahan karena menunggu rilis data indikator ekonomi utama Indonesia. Data perdagangan diperkirakan mengalami defisit sekitar 300 juta dolar AS akibat kenaikan impor minyak mentah sebesar 24 persen, sementara inflasi tahunan (YoY) diproyeksikan naik dari 2,88 persen menjadi 3,13 persen.
"Eskalasi di Timur Tengah dan harga minyak yang kembali naik ikut membebani," ujar Lukman Leong, Chief Analyst Doo Financial Futures.
Pergerakan harga dolar AS diprediksi bergerak stabil di kisaran rentang Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS sepanjang hari. Di pasar internasional, dolar AS terpantau menguat terhadap yen Jepang (0,05%), dolar Australia (0,06%), dolar Kanada (0,07%), dan franc Swiss (0,14%), namun melemah terhadap euro (0,09%) dan poundsterling Inggris (0,04%).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow