Rupiah melemah dipicu pidato hawkish Kepala The Fed dan konflik Iran

Smallest Font
Largest Font

Rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin, bergerak di kisaran Rp17.725 hingga Rp17.750 per dolar AS, setelah pidato hawkish Kepala The Fed dan eskalasi konflik AS-Iran memicu penguatan greenback. Pelemahan terjadi di tengah pasar yang menunggu data inflasi resmi dan sinyal kebijakan moneter AS.

Pada pembukaan perdagangan Senin, rupiah melemah 57 poin atau 0,32 persen menjadi Rp17.750 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya Rp17.693 per dolar AS, menurut ANTARA. CNBC Indonesia mencatat rupiah terdepresiasi 0,23 persen menjadi Rp17.725 per dolar AS dengan rujukan data Refinitiv.

Simposium Jackson Hole menjadi pemicu utama, kata Lukman Leong, analis Doo Financial. Ia menyebut Kevin Warsh menegaskan The Fed harus bertindak lebih lanjut jika diperlukan agar inflasi bergerak menuju tingkat 2 persen.

"Warsh mengatakan bahwa The Fed 'harus bertindak lebih lanjut' jika diperlukan agar inflasi bisa bergerak turun menuju tingkat 2 persen," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin, Lukman Leong, Analis Doo Financial.

ANTARA melaporkan Warsh juga menilai pasar tenaga kerja tetap stabil dan output ekonomi solid, namun inflasi masih menjadi kekhawatiran. Indikator inflasi acuan The Fed tercatat 3,7 persen selama 12 bulan terakhir, sedangkan perubahan dalam periode enam bulan bahkan 4,1 persen, melampaui target 2 persen.

CNBC Indonesia menambahkan, pidato Warsh pada simposium Jackson Hole menjadi sinyal kuat bahwa kenaikan suku bunga mungkin diperlukan jika tekanan inflasi belum mereda. Ekspektasi kenaikan suku bunga minimal 25 basis poin pada pertemuan September melonjak menjadi 57,5 persen dari sekitar 35 persen berdasarkan CME FedWatch.

Selain faktor kebijakan moneter AS, eskalasi geopolitik turut menekan sentimen pasar, kata ANTARA dan Reuters versi Kontan. ANTARA menulis pasukan AS menghantam dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak pada Minggu 30/8/2026, setelah jeda sebulan dalam keterlibatan militer langsung, serta Sputnik menyebut serangan Iran ke posisi militer AS di Yordania.

Reuters melalui Kontan juga menyebut rupiah melemah dipengaruhi meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed setelah pernyataan hawkish Kevin Warsh. MUFG Bank menilai rupiah termasuk mata uang Asia yang rentan terhadap kenaikan imbal hasil aset AS.

Di tengah pergerakan mata uang Asia yang beragam, data Reuters menyebut won Korea Selatan menguat, sementara beberapa mata uang seperti yen dan yuan juga menguat. Sementara itu, rupiah diproyeksi berada di rentang Rp17.650-Rp17.800 per dolar AS, menurut lukman Leong dari Doo Financial Futures yang dihubungi Suara.com.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed