Bank Indonesia Perkuat Stabilitas Rupiah Hadapi Kenaikan Suku Bunga AS

Smallest Font
Largest Font

Bank Indonesia mengambil langkah tegas untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS yang lebih cepat dari perkiraan awal, serta pertumbuhan kredit nasional yang kuat. Kredit nasional tercatat tumbuh sebesar 12% pada Juni 2026, menjadi salah satu pertimbangan dalam kebijakan ini, yang bertujuan mengendalikan dampak eksternal terhadap Rupiah. Kebijakan pengetatan moneter ini efektif mendorong repricing aset Rupiah dan meningkatkan arus modal masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), menurut Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

"Langkah ini diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS yang lebih cepat dari perkiraan awal," ujar Destry Damayanti.

Selain memperkuat Rupiah, kebijakan tersebut juga berhasil menekan inflasi harga bergejolak seperti volatile food, yang melandai signifikan menjadi 2,52% secara year on year pada Juli 2026. Destry Damayanti menambahkan, "Kebijakan pengetatan moneter ini terbukti efektif menciptakan repricing pada aset Rupiah, mendorong arus modal masuk ke Surat Berharga Negara serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia."

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed