Rupiah Berpotensi Melemah ke Level Rp 17940 per Dolar AS

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah berpotensi mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (13/8/2026), setelah sebelumnya ditutup melorot 16 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp 17.877 per dolar AS pada Rabu (12/8/2026), dilansir dari Investor Daily.

Pergerakan mata uang domestik tersebut dibayangi oleh kombinasi tekanan sentimen geopolitik global serta kondisi fundamental ekonomi dalam negeri.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan pergerakan kurs garuda akan berada dalam rentang yang cukup rentan pada perdagangan berikutnya.

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah bakal fluktuatif namun diprediksi melemah di rentang Rp 17.870 - Rp 17.940 per dolar AS," kata Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Faktor utama pemicu tekanan mata uang garuda berasal dari memanasnya hubungan antara Washington dan Teheran terkait jalur distribusi pasokan energi di Selat Hormuz.

"Teheran sebelumnya mengisyaratkan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup kecuali Washington memenuhi tuntutan ganti rugi mereka, tuntutan yang ditolak keras oleh Presiden AS Donald Trump. Selat Hormuz merupakan titik ketidakpastian utama bagi pasar minyak, mengingat jalur tersebut memasok sekitar 20% pasokan minyak dunia sebelum pecahnya konflik," ungkap Ibrahim.

Kondisi pasar kian tertekan seiring kewaspadaan para pelaku pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak mentah dunia menjelang rilis data inflasi dan Indeks Harga Produsen Amerika Serikat.

"Perkembangan pekan ini menunjukkan minimnya tanda-tanda meredanya konflik di Asia Barat, sehingga para pedagang tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan minyak lebih lanjut yang turut menopang harga minyak mentah," jelasnya.

Di samping tekanan geopolitik global, sektor dalam negeri turut memberi sentimen negatif akibat lesunya kinerja penjualan ritel yang tercatat memerah 3,0 persen secara tahunan pada Juni 2026.

Beban mata uang nasional makin bertambah seiring lonjakan posisi utang pemerintah Indonesia yang menembus angka Rp 10.293,69 triliun per 30 Juni 2026, meningkat ketimbang posisi akhir Maret 2026 sebesar Rp 9.920,42 triliun.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed