Rupiah Berisiko Melemah ke Level 18300 per Dolar AS Pekan Ini
Nilai tukar rupiah diperkirakan masih berada dalam zona tekanan dan berpotensi melemah mendekati level Rp 18.250 hingga Rp 18.300 per dolar AS pada pekan ini, akibat dampak ketegangan geopolitik serta arah kebijakan The Fed.
Sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Senin (3/8/2026), pergerakan mata uang domestik ini sangat dipengaruhi oleh pemantauan para pelaku pasar terhadap sejumlah rilis indikator ekonomi nasional.
Beberapa data ekonomi yang menjadi fokus perhatian pasar meliputi kinerja neraca perdagangan, tingkat inflasi, posisi cadangan devisa, hingga capaian PMI manufaktur serta Indeks Keyakinan Konsumen.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan pandangannya terkait faktor sentimen yang memengaruhi pergerakan kurs tersebut.
"Data yang akan dirilis oleh BPS maupun Bank Indonesia akan berpengaruh terhadap pergerakan mata uang rupiah. Rupiah kemungkinan besar akan melemah hingga mendekati level Rp 18.250 - Rp 18.300 per dolar AS," kata Ibrahim Assuaibi, Pengamat Mata Uang dan Komoditas.
Meskipun dibayangi potensi pelemahan, mata uang garuda sempat dibuka menguat sebesar 30 poin atau 0,17 persen menuju posisi Rp 17.992 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi.
Laporan BPS mencatat kinerja neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit mencapai 450 juta dolar AS pada Juni 2026, yang terutama didorong defisit sektor migas sebesar 3,49 miliar dolar AS.
Sementara itu, laju inflasi tahunan tercatat melandai ke tingkat 2,28 persen pada Juli 2026 dari posisi bulan sebelumnya sebesar 3,34 persen, disokong oleh kontribusi kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow