Studi Ungkap Rentang Fokus Manusia Menurun Akibat Layar Gawai
Durasi konsentrasi seseorang pada satu kegiatan sebelum terdistraksi kini semakin menyusut seiring masifnya penggunaan gawai. Penurunan signifikan tersebut tercatat dalam riset Dr Gloria Mark, pakar informatika dari University of California, yang dilansir dari Detikcom.
Pengukuran rentang perhatian pada layar monitor dilakukan sejak 2004 hingga 2012. Hasil studi menunjukkan bahwa rata-rata waktu fokus seseorang yang semula mencapai 2,5 menit pada 2004 berkurang drastis menjadi 75 detik pada 2012.
Kondisi menurunnya durasi konsentrasi ini menjadi penanda tingginya tingkat stres atau dampak dari kebiasaan multitasking. Berbeda dengan durasi fokus yang pendek, terdapat kondisi ideal yang disebut flow. Keadaan flow membuat seseorang fokus sepenuhnya pada suatu aktivitas sesuai kemampuannya hingga mengabaikan perjalanan waktu.
Kekhawatiran juga ditujukan pada pola konsentrasi anak-anak modern yang terbiasa menghabiskan waktu di depan layar. Paparan layar pada usia dini berisiko membentuk persepsi bahwa kebiasaan tersebut merupakan hal normal.
"Ternyata, anak-anak yang berusia dua hingga empat tahun sudah rata-rata menghabiskan dua setengah jam sehari di depan layar. (...) Anak-anak lebih mudah teralihkan, ketika mereka teralihkan dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk kembali fokus," jelas Mark dikutip dari laman APA.
Pembiasaan aktivitas tanpa layar sangat disarankan untuk melatih fokus anak-anak. Sementara bagi orang dewasa, menjaga kondisi fisik dan mental dapat dilakukan melalui pemenuhan tidur malam yang cukup sekitar 8 jam.
Kekurangan waktu tidur dapat menimbulkan akumulasi utang tidur yang berdampak langsung pada pemendekan rentang perhatian. Dampak ini memicu ketidakmampuan seseorang untuk berkonsentrasi pada pekerjaan yang membutuhkan daya pikir berat.
"Kami menemukan bahwa mereka cenderung melakukan aktivitas yang lebih ringan seperti bermedia sosial. Mereka tidak memiliki sumber daya untuk dapat fokus dan melakukan pekerjaan berat, jadi mereka melakukan apa yang mudah berdasarkan jumlah sumber daya yang mereka miliki." jelas Mark.
Upaya menjaga kinerja harian dan memulihkan daya konsentrasi dapat diterapkan melalui beberapa metode praktis dari University of Rochester Medical Center.
Langkah pertama adalah mengurangi potensi gangguan di sekitar tempat kerja. Menurut pakar Ian Fiebelkorn dari University of Rochester Medical Center, menghilangkan hal-hal yang dapat memicu pergeseran fokus merupakan cara efektif untuk mempertahankan kewaspadaan otak.
Langkah kedua yaitu menjadwalkan waktu istirahat secara berkala di sela aktivitas harian. jeda ini berfungsi memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat guna mencegah kelelahan akibat konsentrasi yang terus-menerus.
Langkah ketiga adalah memfokuskan perhatian pada satu tugas utama hingga selesai. Kebiasaan multitasking terbukti dapat menurunkan kualitas hasil pekerjaan, sehingga tugas-tugas penting sebaiknya diselesaikan secara berurutan dengan perhatian penuh.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow