Rektor UI Tanggapi Tingginya Pengangguran Lulusan Manajemen
Tingkat pengangguran dari jurusan manajemen yang mencapai 10,3 persen mendapat tanggapan dari Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Heri Hermansyah pada Rabu (12/8/2026). Angka tersebut tercatat dalam riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEM FEB UI) seperti dilansir dari Detikcom. Heri menilai tingginya angka pengangguran tersebut dipengaruhi oleh besarnya populasi lulusan dari program studi manajemen di berbagai perguruan tinggi.
Meski begitu, UI mencatat rata-rata masa tunggu alumninya untuk memperoleh pekerjaan berkisar antara dua hingga tiga bulan. "Jurusan manajemen atau hukum itu ada di mana-mana (banyak universitas), populasinya sangat besar. Jadi secara general, bisa jadi angkanya terlihat tinggi karena jumlah lulusannya memang masif," ujar Heri kepada wartawan usai acara Temu Akbar Guru Besar UI di Gedung Makara Art, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat pada Rabu (12/8/2026).
Permintaan industri terhadap beberapa program studi dengan spesifikasi khusus di lingkungan universitas juga menunjukkan tren yang relatif tinggi. Kondisi ini membuat sejumlah lulusan langsung terserap oleh perusahaan sebelum prosesi wisuda berlangsung.
"Di UI, jurusan Manajemen tidak mengalami kesulitan. Justru yang menarik adalah jurusan spesifik seperti Aktuaria atau Administrasi Fiskal. Sebelum mereka wisuda, bahkan baru selesai sidang, perusahaan-perusahaan sudah 'mengijon' mereka, banyak yang langsung direkrut di tempat mereka magang sebelumnya," tutur Heri.
Penyesuaian kurikulum dan penguatan karakter mahasiswa terus dilakukan oleh pihak kampus sebagai langkah pencegahan bertambahnya angka pengangguran terdidik. Evaluasi pembelajaran difokuskan agar materi perkuliahan dapat menjawab kebutuhan profesional secara berkelanjutan.
"Mahasiswa harus memiliki kemampuan berbicara, menulis, memimpin, hingga berinteraksi dengan orang lain. Soft skill inilah yang seringkali menjadi penentu lulusan bisa bertahan dan berkompetisi di dunia kerja," kata Eko. Dukungan dari pemerintah dalam memperbaiki ekosistem industri dan birokrasi dinilai tetap diperlukan untuk mendukung penyerapan tenaga kerja terdidik secara optimal. Kestabilan sosial dan masuknya investasi menjadi faktor penentu dalam memperluas ketersediaan lapangan kerja bagi para lulusan perguruan tinggi.
"Tugas universitas adalah memastikan lulusan tetap relevan. Namun, pemerintah juga perlu memperbaiki ekosistem industri agar investor mau masuk dan menyerap tenaga kerja terdidik kita," katanya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow