BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasikan Saham HRTA, BBTN, dan FAST

Smallest Font
Largest Font

BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi teknikal untuk tiga saham pilihan pada perdagangan Jumat (14/8/2026), dilansir dari Investor Daily. Tiga emiten yang masuk dalam daftar pemantauan tersebut meliputi PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST).

Analis menilai saham HRTA masih berada dalam jalur pergerakan bullish meskipun sempat mengalami penurunan harga sementara dari level 2.200. Potensi pengujian kembali batas resistansi di angka 2.228 hingga target berlanjut ke 2.342 tetap terbuka lebar selama area pendukung atau support pada rentang 2.100-2.130 berhasil dipertahankan. Indikator MACD yang mencatatkan nilai positif turut menopang momentum kenaikan harga saham ini.

Untuk saham BBTN, pola pergerakan harga saat ini menunjukkan kondisi sideways bullish pada rentang 1.200-1.220. Batas support BBTN berada pada level 1.176-1.202, di mana posisi tersebut menjadi kunci untuk membuka peluang pembalikan arah naik menuju sasaran target 1.250 hingga 1.290. Dari sisi kinerja keuangan, perseroan membukukan peningkatan laba bersih pada kuartal II-2026 menjadi Rp 2,4 triliun, melonjak dari pencapaian periode serupa tahun sebelumnya sebesar Rp 1,71 triliun.

Sementara itu, pergerakan saham FAST mengindikasikan penguatan tren intraday usai menembus batas breakout neckline pada level 438. Perusahaan pengelola gerai makanan cepat saji ini berpeluang melanjutkan tren kenaikan menuju area 454-464 selama pergerakannya konsisten bertahan di atas angka 438. Laporan keuangan FAST pada kuartal II-2026 memperlihatkan perbaikan kinerja dengan penurunan rugi bersih menjadi Rp 56,7 miliar, dibandingkan kerugian sebesar Rp 138,8 miliar pada kuartal II-2025.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak terbatas dalam kisaran support 6.270–6.300 dan resistance 6.350–6.400. Penurunan IHSG sebesar 1,13% ke level 6.301,7 pada hari sebelumnya dipicu oleh aksi ambil untung investor pasca-pengumuman evaluasi indeks MSCI bulan Agustus. Tekanan pada indeks diperkuat oleh aksi jual bersih investor asing yang mencatatkan nilai Rp 1,39 triliun di pasar reguler.

Sikap pelaku pasar di dalam negeri cenderung menunggu dan memantau arah kebijakan fiskal yang akan disampaikan dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027. Pergerakan IHSG berpotensi melemah terbatas atau bergerak mendatar, namun peluang penguatan teknikal tetap terbuka apabila area support dapat terjaga.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed