IHSG Menguat ke Level 6351 Menjelang Penutupan Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,50 persen ke level 6.351,14 pada perdagangan Rabu (5/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Kenaikan indeks ini didorong oleh penguatan saham DCII, VKTR, dan AMMN. Meskipun indeks secara keseluruhan menguat, laju kenaikan IHSG sempat tertahan oleh pelemahan saham MORA, TLKM, dan BBRI.

Di sisi lain, aksi lepas saham oleh investor asing masih berlanjut dengan catatan jual bersih mencapai Rp187,59 miliar di pasar reguler serta Rp182,77 miliar di seluruh pasar. Sektor kesehatan memimpin penguatan sembilan dari sebelas sektor IHSG dengan kenaikan sebesar 2,35 persen. Sementara itu, sektor infrastruktur mengalami koreksi terkini yang cukup tajam hingga melemah 0,99 persen.

Pasar global menunjukkan pergerakan variatif di bursa Amerika Serikat, di mana indeks Dow Jones naik 0,49 persen, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 0,17 persen dan 0,83 persen. Indeks ETF EIDO dan MSCI Indonesia turut melemah masing-masing 0,16 persen dan 0,97 persen.

Upaya peningkatan keterbukaan informasi dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan memperbarui daftar High Shareholding Concentration (HSC). BEI memasukkan saham ALKA, AGAR, dan BKDP ke dalam daftar tersebut sehingga total emiten dalam daftar HSC kini genap menjadi 53 saham. Dari ranah emiten, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan kenaikan pendapatan neto 6,49 persen menjadi Rp67,96 triliun pada semester I-2026. Hasil ini didorong oleh segmen makanan sebesar Rp48,58 triliun dan nonmakanan Rp19,37 triliun, di tengah ekspansi gerai serta penggunaan aplikasi Alfagift.

Laba bersih AMRT yang ditribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 7,50 persen mencapai Rp2,03 triliun. Perseroan juga tetap mencatat laba bruto Rp15,15 triliun dengan marjin bruto 22,30 persen meskipun beban pokok pendapatan naik menjadi Rp52,80 triliun. Sementara itu, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mengalokasikan belanja modal Rp15 miliar dari dana IPO untuk membangun pabrik frozen dough di Tangerang Selatan. Fasilitas yang beroperasi mulai Agustus-September 2026 ini berkapasitas ratusan ribu adonan beku per hari guna menunjang penambahan gerai Fore Donut dari 10 menjadi 30 gerai hingga akhir tahun.

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) turut memutuskan pembagian dividen tunai interim Rp20 per saham atau sekitar Rp76 miliar. Keputusan ini diambil usai laba bersih perseroan melonjak 40,10 persen menjadi Rp183,89 miliar pada semester I-2026, dengan cum date di pasar reguler dijadwalkan pada 13 Agustus 2026 dan pembayaran pada 4 September 2026.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed