PT Harum Energy Diprediksi Raih Pendapatan dan Laba Bersih Melonjak di 2026
PT Harum Energy Tbk (HRUM) diperkirakan meraih lonjakan pendapatan dan laba bersih yang signifikan pada tahun 2026 dan 2027 seiring dengan ekspansi tambang nikel yang sedang berjalan, dilansir dari Investor Daily.
Indo Premier Sekuritas mencatat bahwa meskipun saham HRUM saat ini sedang mengalami diskon akibat beberapa sentimen negatif, prospek usaha perusahaan tetap kuat. Sentimen negatif tersebut antara lain penundaan ekspansi tambang nikel dari rencana awal pada 2022 menjadi kuartal II-2025, biaya sulfur yang meningkat sehingga margin HPAL hanya sekitar US$4.000-5.000 per ton, dan penundaan persetujuan RKAB batu bara.
Indo Premier memprediksi penjualan nikel HRUM akan meningkat pesat pada semester II-2026 sebagai dampak dari ekspansi PT Position, yang diharapkan juga dapat meningkatkan margin RKEF karena bijih nikel diperoleh secara internal.
"Kami prediksi laba bersih semester II-2026 naik 54% dibandingkan semester sebelumnya," tulis Indo Premier.
Perusahaan diperkirakan mencatat pendapatan sebesar US$2,6 miliar dan laba bersih US$101 juta pada 2026, melonjak dari tahun sebelumnya yang mencatat pendapatan US$1,3 miliar dan laba bersih US$37 juta. Untuk 2027, pendapatan dan laba bersih diperkirakan mencapai US$2,9 miliar dan US$172 juta.
Indo Premier mempertahankan rekomendasi beli untuk saham HRUM dengan target harga naik menjadi Rp1.250 per saham, yang mencerminkan potensi kenaikan sekitar 50%. Saat ini saham HRUM diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba (PER) hanya enam kali.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow