PT Gunbuster Nickel Industry PHK 1.900 Karyawan di Morowali Utara
PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) menyelesaikan proses pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.900 karyawannya pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Morowali Utara. PHK ini terjadi karena penurunan aktivitas operasional perusahaan, yang berdampak pada lonjakan angka pengangguran di daerah tersebut, dilansir dari Investor Daily.
Proses PHK berlangsung selama empat hari sejak 5 hingga 8 Agustus 2026, dan total karyawan yang terkena dampak selama dua tahun terakhir mencapai sekitar 3.700 orang setelah efisiensi sebelumnya terhadap 1.800 karyawan pada 2025.
Ani Satriani, salah satu karyawan yang terkena PHK, merasakan kesulitan karena suaminya juga mengalami nasib serupa. "Suami saya juga sudah terkena PHK. Kami hanya bisa berharap segera mendapatkan pekerjaan baru," ujar Ani.
Ani mengenang pengalaman positifnya bekerja di PT GNI selama hampir empat tahun. "GNI adalah tempat ternyaman karena menjadi tempat pertama saya diterima bekerja. Di sana saya mendapat rekan kerja yang baik dan sudah seperti keluarga sendiri," lanjutnya. Ia berharap perusahaan dapat segera membaik dan menyerap tenaga kerja lokal kembali.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Morowali Utara, Yartikanis Lakawa, menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi ini disebabkan oleh penurunan operasional perusahaan yang kini hanya menjalankan satu unit smelter dan satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). "Saat ini yang beroperasi hanya Smelter 3 dan bagian PLTU. Rasio ideal penggunaan tenaga kerja untuk satu smelter dengan sembilan tungku adalah 1 banding 4.000," ujar Yartikanis.
Yartikanis menambahkan bahwa kapasitas ideal tenaga kerja dengan unit PLTU adalah sekitar 4.200 karyawan. Namun, dinamika industri smelter global, termasuk fluktuasi harga nikel dan penyesuaian pasokan bahan baku, telah memaksa perusahaan mengurangi kapasitas dan tenaga kerja secara signifikan.
PT Gunbuster Nickel Industry merupakan proyek strategis nasional di sektor hilirisasi nikel yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Morowali Utara. Namun, tantangan pasar global dan efisiensi operasional mempengaruhi keberlangsungan industri pengolahan nikel di dalam negeri, menyebabkan pengurangan tenaga kerja secara masif dalam beberapa tahun terakhir.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow