PSIM Yogyakarta Gelar Persiapan Akhir Jelang Super League 2026
PSIM Yogyakarta mematangkan persiapan akhir menjelang bergulirnya musim kompetisi Super League 2026-2027 pada 4 September mendatang melalui serangkaian agenda tradisi, pertemuan jajaran manajemen, hingga peluncuran skuad di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (29/8/2026) sore.
Rangkaian persiapan Laskar Mataram melingkupi peresmian jersey dan perkenalan pemain yang dikemas bersamaan dengan laga uji coba melawan Deltras Sidoarjo. Pertandingan pramusim tersebut difungsikan panitia penyelenggara sebagai arena simulasi pelaksanaan laga resmi.
Ketua Match Organizing Committee (MOC), Ermantino Handokomulyo, menegaskan bahwa penonton diwajibkan mematuhi regulasi keamanan yang disepakati dalam rapat koordinasi lintas sektoral, termasuk larangan membawa suar.
"Kami mohon kepada semua supporter dan penonton untuk tidak membawa dan menyalakan flare," tegas Ermantino melansir laman resmi klub.
Pengawasan ketat dan kesepakatan pengamanan pramusim dirancang agar standar keselamatan pertandingan liga dapat diterapkan secara penuh sejak dini.
"Laga uji coba yang dilaksanakan ini adalah uji coba seluruh elemen untuk simulasi pertandingan Super League. Kami menghormati yang menjadi kesepakatan dan keputusan pada saat rakor (rapat koordinasi) rencana pengamanan bahwa perlakuan pertandingan uji coba ini sama seperti regulasi kompetisi Super League," terangnya.
Pihak kepolisian memberikan jatah maksimal 9.000 tiket untuk pertandingan pramusim ini. Jumlah alokasi penonton pada laga kandang kompetisi mendatang berpeluang ditingkatkan jika skema uji coba berjalan tertib.
"Alhamdulillah MOC dan manajemen, pada pertandingan uji coba ini, kami dipercaya dengan kuota maksimal pada kompetisi 2025/2026 dengan kuota 9.000," ujar Ermantino.
Sinergi perizinan tersebut terjalin atas kerja sama pengurus klub, Kepolisian Resor Bantul, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bantul, serta kelompok pendukung Brajamusti dan The Maident.
"Tentu saja berkat kepercayaan dari Polres Bantul dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul, serta dukungan dari Manajemen, Brajamusti dan The Maident dalam membersamai proses perijinannya," tambahnya.
Panitia berharap kepatuhan regulasi oleh para pendukung dapat membangun kepercayaan pihak berwenang dalam memberikan tambahan kuota penonton di masa depan.
"Mari bersama-sama kita buktikan, walaupun ini pertandingan uji coba, tetapi kita semua bisa menjalankan sesuai regulasi, seperti saat kompetisi resmi. Harapannya jika pertandingan uji berjalan dengan baik, kita akan mendapatkan kepercayaan untuk laga selanjutnya dan tentu saja mendapatkan kenaikan kuota penonton," tutup dia.
Sebelum menggelar simulasi laga pramusim, manajemen dan tim pelatih PSIM juga mengadakan kunjungan resmi ke Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Kamis (27/8/2026) untuk meminta doa restu kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Presiden Direktur PSIM Yogyakarta, Yuliana Tasno, menjelaskan bahwa audiens bersama Sri Sultan merupakan agenda rutin tim sebelum berlaga di kompetisi resmi.
"Hari ini kami bertemu langsung dengan Ngarsa Dalem, sebagai ritual PSIM saja, mau meminta bless bagi PSIM berjuang untuk musim 2026-2027. Beliau juga banyak menyampaikan, tidak hanya dari sisi teknik, tapi juga menyampaikan dari sisi manajerial, dari kepemimpinan saya juga dikasih wejangan," ujar Yuliana usai pertemuan.
Dalam pertemuan tersebut, Sri Sultan memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya menjaga kedisiplinan dan pola makan para pemain di luar area lapangan.
"Pas ngomongin soal performa atlet, Ngarsa Dalem bilang, itu dilihatin ya anak-anak, jangan makan gorengan, nanti di belakang diam-diam mereka makan gorengan. Hal itu diulang-ulang terus, bahwa kedisiplinan harus terus dipantau," katanya.
Selain masalah disiplin, Sri Sultan turut memberi saran terkait diversifikasi pendapatan klub agar manajemen tidak semata-mata bergantung pada satu sumber pendanaan.
"Kalau dari sisi manajerialnya, beliau menyarankan bisa tidak mencari investasi tambahan dari revenue. Supaya PSIM tidak hanya bergantung pada pengusaha saja," imbuh Yuliana.
Dalam kesempatan yang sama, Yuliana menceritakan wejangan pribadi mengenai karakter kepemimpinannya sebagai pimpinan manajemen klub.
"Saya juga banyak diberi wejangan, katanya jangan marah-marah. Saya juga heran kenapa beliau bisa tahu. Tapi saya bilang, sejak PSIM di Liga 1, saya sudah tidak pernah marah-marah lagi," ujarnya sambil tersenyum.
Ia mengapresiasi perhatian mendalam yang diberikan oleh jajaran pemerintah daerah terhadap dinamika klub sepak bola lokal.
"Beliau memang betul-betul paham, dan saya sangat bersyukur karena memimpin klub sepak bola di Yogyakarta, yang pemimpinnya adalah seorang Gubernur dan juga seorang Sultan, yang sangat cinta dengan olahraga. Jadi ngomongnya nyambung," katanya.
Sebagai bentuk penghormatan, pihak PSIM menyerahkan cenderamata berupa album foto dokumentasi perjalanan klub musim 2024–2026 serta jersey resmi berkostum nama HB X dengan nomor punggung 10.
Sebelumnya, skuad PSIM juga melakoni tradisi tahunan berupa ziarah ke makam raja-raja Mataram di Kotagede dan Imogiri pada Rabu (26/8/2026).
Pemain PSIM, Savio Sheva Maresca, menilai ziarah pramusim memberikan pemahaman historis bagi jajaran pemain yang bertanding membela klub.
"Ziarah ini cara kami merawat ingatan terhadap sejarah panjang dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu," kata Savio dilansir dari laman klub.
Menurut Savio, agenda kunjungan bersejarah ini menegaskan tanggung jawab budaya yang diemban para pemain saat mengenakan jersey tim.
"Berada di sini membuat kami sadar bahwa lambang di dada yang kami bela bukan sekadar identitas di atas lapangan, melainkan bagian dari warisan budaya yang memiliki tanggung jawab besar," ujarnya.
Pemain PSIM lainnya, Khairul Fikri Maarif, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memperkuat ikatan emosional pemain dengan kearifan lokal setempat.
"Datang ke tempat bersejarah ini memberi saya pemahaman yang lebih dalam tentang akar dan identitas tim," kata Fikri.
Fikri menambahkan bahwa pemahaman akar budaya membantu meningkatkan motivasi bertanding skuad Laskar Mataram.
"Mengenal tradisi ini secara langsung membantu saya terhubung dengan kultur lokal, sekaligus menyuntikkan motivasi untuk meneruskan semangat perjuangan generasi terdahulu," ujarnya.
Dari sisi teknis lapang, Pelatih Kepala Jean-Paul van Gastel terus mematangkan taktik dan kondisi fisik pemain, termasuk lewat pertandingan uji coba melawan Garudayaksa FC pada Selasa (25/8/2026).
Van Gastel menjelaskan bahwa rotasi dan pemantauan fisik terus dilakukan untuk menentukan susunan utama tim menjelang laga resmi Super League dan League Cup 2026-2027.
"Pada dasarnya, setiap laga persahabatan bertujuan agar para pemain dapat tampil selama 90 menit, mengasah stamina fisik, dan mencoba menerapkan skema permainan yang kami inginkan," kata Van Gastel.
Meskipun demikian, Van Gastel memberikan catatan terkait kedalaman dan tingkat kompetisi internal di dalam skuadnya.
"Saya harus menyusun skuad. Akan tetapi, terkadang saya merasa mereka membuat keputusan saya menjadi sangat mudah. Jadi, ada kekurangan, yaitu kurangnya daya saing di antara sesama pemain," ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow