Presiden Kolombia Dilantik di Tengah Serangan Bom

Smallest Font
Largest Font

Abelardo de la Espriella resmi dilantik sebagai Presiden baru Kolombia pada Jumat di kota Cali, wilayah barat daya negara itu. Sehari setelah pelantikan bersejarah tersebut, Kolombia diguncang serangkaian serangan bom yang menewaskan satu petugas polisi.

Momen ini menandai pertama kalinya dalam sejarah modern Kolombia pelantikan presiden diselenggarakan di luar ibu kota Bogota. Pengacara berusia 48 tahun yang mewakili gerakan sayap kanan jauh Pembela Tanah Air itu berhasil memenangkan pemilihan presiden dan akan menjabat hingga Agustus 2030.

Upacara pelantikan yang berlangsung di Arena USC Universitas Santiago de Cali dihadiri Raja Spanyol Felipe VI serta Presiden Argentina Javier Milei. Pengamanan ketat diberlakukan dengan mengerahkan lebih dari 11.000 tentara untuk mengawal jalannya acara.

Hanya beberapa jam usai pelantikan, Amerika Serikat mengumumkan paket bantuan senilai 1 miliar dolar AS untuk memperkuat pasukan keamanan Kolombia. Di saat bersamaan, aksi kekerasan pecah di sejumlah wilayah pada Sabtu dini hari.

Angkatan Darat Kolombia menyatakan kelompok pembangkang FARC pimpinan Ivan Morodisco menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan gerbang tol di Santander de Quilichao. Dua petugas keamanan mengalami luka ringan akibat ledakan di jalan raya Pan-American tersebut.

Sementara itu, serangan drone bermuatan bahan peledak menghantam sebuah kantor polisi di departemen Cesar yang berjarak sekitar 1.000 kilometer ke arah utara. Insiden di wilayah utara ini mengakibatkan satu petugas polisi gugur.

De la Espriella mengecam keras rangkaian aksi teror yang menargetkan infrastruktur dan aparat keamanan negara tersebut.

Menyerang infrastruktur negara sama dengan menyerang kemajuan, tegas De la Espriella.

Ia menepis kemungkinan adanya kompromi terhadap para pelaku aksi kekerasan di wilayahnya.

Kepada pihak yang bertanggung jawab, saya sampaikan pesan tegas: tidak akan ada tempat persembunyian, tidak ada keringanan hukuman, dan tidak ada impunitas, tambahnya.

Pihak berwenang belum merilis identitas seluruh pelaku penyerangan. Meski demikian, Presiden Kolombia memastikan proses hukum akan berjalan tegas bagi siapapun yang terlibat dalam aksi pemboroman tersebut.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed