Presiden Iran Masoud Pezeshkian Desak Penghentian Konflik dengan AS
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan agar perang dan konflik militer dengan Amerika Serikat (AS) segera diakhiri, Jumat (21/8/2026). Langkah diplomasi tersebut dinilai harus diambil selagi pihak Iran berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Sikap diplomatis ini disampaikan untuk membela kesepakatan terbaru antara kedua negara yang telah disetujui penuh oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) berisi 14 poin sebelumnya telah dilakukan di Islamabad, Pakistan, pada 18 Juni 2026 melalui mediasi Pakistan dan Qatar untuk mengatur penghentian perang serta masa perundingan selama 60 hari.
Pezeshkian menegaskan bahwa proses negosiasi yang telah dilalui berhasil mempertahankan kedaulatan serta posisi strategis negara.
"Apa yang dicapai selama perundingan merupakan sebuah pencapaian besar," ujar Pezeshkian.
Ia menepis tuduhan yang menyebut Teheran telah menyerah atau memberikan kompromi yang merugikan kepada pihak lawan.
"Mereka tidak akan dapat menemukan satu pun klausul dalam kesepakatan ini yang menunjukkan penyerahan diri. Seluruh komitmen justru terkait dengan pihak lain," kata Pezeshkian.
Meskipun mendukung jalur damai, Pezeshkian memastikan bahwa pihak militer tidak akan berdiam diri jika terjadi tindakan agresif susulan.
"Kami dalam keadaan apa pun tidak akan tunduk pada intimidasi. Kami akan melawan mereka hingga hembusan napas terakhir dan memberikan respons yang sangat keras," tegas Pezeshkian.
Pezeshkian menilai momentum saat ini merupakan waktu yang paling tepat bagi kedua pihak untuk menyelesaikan perselisihan.
"Lebih baik mengakhiri perang hari ini, ketika kami berada dalam posisi kuat dan bermartabat," kata Pezeshkian.
Selain mendorong penghentian perang, Pezeshkian menuduh AS telah melanggar hukum internasional akibat serangan terhadap fasilitas publik dan infrastruktur vital. Saat ini, jajaran militer Iran dilaporkan tetap dalam kesiapsiagaan penuh di tengah upaya mediasi yang masih terus berjalan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow