Presiden China dan Mesir Perkuat Kerja Sama Ekonomi di Kairo

Smallest Font
Largest Font

Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi di Kairo pada Rabu, 2 September 2026, membahas penguatan kerja sama ekonomi dan antisipasi dampak konflik AS-Iran.

Pertemuan ini terjadi usai forum menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di AS, di mana China menjadi satu-satunya anggota yang menyatakan keberatan atas deklarasi bersama terkait penanganan ekspor murah dan gangguan jalur pelayaran Selat Hormuz, dilansir dari Investor Daily.

Kunjungan Xi ke Kairo merupakan lawatan pertamanya dalam satu dekade, sebagai langkah strategis memperkuat pengaruh diplomasi China di Timur Tengah setelah berbeda pandangan dengan 19 negara anggota G20 lainnya.

Presiden Xi dan Ibu Negara Peng Liyuan disambut langsung oleh Presiden Sisi dan Ibu Negara Entissar Amer melalui upacara kenegaraan. Pertemuan dua hari ini membahas perluasan kerja sama ekonomi serta antisipasi dampak memanasnya konflik AS-Iran.

Di tengah ancaman sanksi sekunder dari AS terhadap lembaga keuangan yang terhubung dengan Iran, Mesir memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan politik luar negeri yang independen dengan menjaga keseimbangan hubungan antara AS dan China.

Dalam agenda utama Konferensi Tingkat Tinggi sesama anggota BRICS, kedua negara menyepakati penguatan investasi di sektor kecerdasan buatan, infrastruktur transportasi, dan energi.

Pemerintah China terus menanamkan modal besar pada megaproyek Mesir, seperti kawasan bisnis di Ibu Kota Administratif Baru dan pengembangan Kawasan Ekonomi Terusan Suez. Surplus perdagangan China ke Mesir mencapai US$ 12 miliar sepanjang tujuh bulan pertama 2026.

Selain penguatan sektor perdagangan dan koridor maritim, kedua pemimpin juga membahas kelanjutan kerja sama pertahanan setelah militer kedua negara sukses menggelar latihan tempur udara bersama pada Agustus lalu.

Pertemuan puncak di Kairo berlangsung di tengah dinamika geopolitik global yang intensif. Setelah menghadapi tekanan 19 negara anggota G20 terkait isu ketergantungan ekspor murah dan gangguan navigasi di Selat Hormuz, pemerintah China bergerak cepat menggalang konsolidasi dengan negara kunci di kawasan berkembang.

Langkah ini bertepatan dengan strategi AS memperketat sanksi sekunder untuk mengisolasi Iran secara ekonomi. Bagi Mesir dan China, penguatan kemitraan bilateral di Terusan Suez menjadi kunci dalam mengamankan stabilitas jalur perdagangan maritim dan menjaga keseimbangan hubungan internasional.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed