Prabowo Tetapkan Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2027

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% pada 2027, lebih tinggi dibanding target APBN 2026 yang sebesar 5,4%, dilansir dari Investor Daily.

Ekonomi Indonesia pada semester pertama 2026 tumbuh 5,45% dari 5% periode sama tahun sebelumnya. Namun, para ekonom menilai pencapaian target 6% memerlukan upaya ekstra dan bukan hanya kebijakan biasa.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Mohammad Faisal, menyatakan Indonesia sudah lama tidak mencatat pertumbuhan di level 6%. Pertumbuhan tinggi sebelumnya banyak dipengaruhi lonjakan harga komoditas.

"Nah, pertanyaannya apa extra effort-nya? Karena ini harus extra effort, gak bisa business as usual, dan implementasinya harus benar. Bukan cuma desain keinginannya saja, bukan cuma sekadar target besar saja," ujar Faisal.

Faisal menilai pemerintah perlu menerjemahkan target 6% ke dalam kebijakan dan program yang meningkatkan aktivitas ekonomi secara luas.

"Nah, ini kan harus diejawantahkan, diturunkan dalam desain implementasi, dan juga implementasi dan realisasinya. Nah, ini yang PR besar. Mencapainya dengan apa?" tambahnya.

Sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah mendorong aktivitas ekonomi di sektor makanan, perdagangan, dan konstruksi. Namun, dampaknya masih terbatas pada sektor yang berhubungan langsung dengan kebijakan pemerintah.

Sektor industri pengolahan yang menyumbang besar terhadap PDB tumbuh 4,6% pada semester I-2026, lebih lambat dari 5% pada semester I-2025. Sektor pertanian juga melambat meski mendapat perhatian pemerintah.

Faisal menegaskan akselerasi pertumbuhan harus meluas ke berbagai sektor jika ingin mencapai 6%.

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyampaikan pandangan lebih skeptis dengan menilai target 6% terlalu optimistis di tengah kondisi ekonomi global dan risiko domestik.

"Target pertumbuhan ekonomi 6% saya nilai terlalu optimis di tengah kondisi ekonomi global dan nasional seperti saat ini," ujar Nailul.

Celios memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 hanya mencapai 4,7%, jauh dari target pemerintah. Proyeksi ini mempertimbangkan risiko PHK, biaya produksi, inflasi, pelemahan rupiah, dan ancaman El Nino.

"Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2027 paling tinggi berada di angka 4,7% dengan berbagai kondisi seperti kenaikan PHK di tahun 2026, inflasi yang diprediksi akan meningkat dari sisi biaya produksi, sehingga dari sisi konsumsi rumah tangga bisa tertekan," kata Nailul.

Tekanan pada konsumsi rumah tangga menjadi risiko besar karena pendapatan tertekan dan harga barang meningkat, sehingga kemampuan belanja menurun dan membatasi pertumbuhan.

Nailul juga menilai pemerintah tidak bisa sepenuhnya mengandalkan belanja negara sebagai penggerak utama pertumbuhan pada 2027 karena sejumlah program ekonomi mulai memasuki tahap normalisasi.

Pada semester I-2026, Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi 5,45%, didukung konsumsi masyarakat, investasi, dan percepatan belanja pemerintah. Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh 6,87% dan konsumsi pemerintah meningkat 15,97%.

Dalam pidato RAPBN 2027 dan Nota Keuangan, Prabowo juga menetapkan target penurunan kemiskinan menjadi 6%-6,5%. Pemerintah dihadapkan tantangan besar untuk menggerakkan investasi, konsumsi, industri pengolahan, dan pertanian sebagai mesin pertumbuhan yang lebih kuat.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed