Menteri Keuangan Ungkap Perubahan Insentif Dapur Makan Bergizi Gratis
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengubah skema insentif yang diberikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selama ini, BGN memberikan insentif sebesar Rp 6 juta per hari kepada dapur-dapur MBG. Namun, perubahan dilakukan agar insentif tersebut bisa lebih tepat sasaran, kata Purbaya di Kementerian Keuangan pada Jumat (28/8/2026), dilansir dari Detik Finance.
"Dia bilang akan diubah. Tanya ke BGN," ujar Purbaya. Ia menambahkan, "Dia bilang akan diubah supaya tepat sasaran."
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan bahwa insentif baru tidak akan sama untuk semua SPPG, melainkan disesuaikan dengan jangkauan masing-masing.
"Kami nanti akan membuat skema yang insentif yang lebih adil. Ya, misalnya gini, kan nggak juga dong SPPG yang 200 meter yang cuma melayani 1.000 orang insentifnya sama dengan yang 300 meter atau 400 meter. Ada yang lebih bagus kok disamaratakan Rp 6 juta?
Kan nggak fair. Nah, itu skema-skema itu yang akan kami lakukan perbaikan," ujar Agustina di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).
Menurut Agustina, perubahan insentif akan berdampak pada waktu balik modal SPPG, yang bisa lebih cepat atau lebih lambat dibanding sebelumnya.
"Rp 6 juta per hari, harinya saja diubah dengan dua kali SK, yang terakhir tuh 313. Artinya, hitungannya, Rp 6 juta per hari dikali 313 (hari) itu Rp 1,87 miliar. Akhirnya kalau dia investasi Rp 3,5 miliar mendirikan satu SPPG, dua tahun kan selesai tuh investasinya itu sudah balik," tambah Agustina.
Selain itu, BGN juga akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap lokasi SPPG agar lebih berorientasi pada penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan.
"Jadi, katakanlah untuk mendirikan SPPG, semua siapa yang punya titik, kemudian daftar titik, lalu di situlah calon mitranya itu yang mencari calon penerima manfaat di sekitarnya, sehingga tidak ada perhatian terhadap, 'ini daerah stunting bukan sih?', daerah yang perlu disasar nggak sih karena ada kondisi tertentu? Nggak. Mereka pokoknya ada SD sekitarnya, ada SMP sekitarnya, mau gitu.
Apalagi ketika titik-titik SPPG itu sudah terlalu banyak, malah ada di lapangan yang berebut. Itu yang sekarang sedang kami sisir lagi datanya," papar Agustina.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow