Polisi Rilis Video Penembakan di Twin Falls Idaho

Smallest Font
Largest Font

Kepolisian Twin Falls merilis rekaman video insiden penembakan massal yang menewaskan tiga orang di restoran In-N-Out Burger di Twin Falls, Idaho, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa 10 orang tertembak di beberapa titik lokasi, termasuk di dalam dan luar restoran, area jalan raya, serta pelataran pusat pengunjung.

Pelaku penembakan diidentifikasi sebagai Chad Williams berusia 24 tahun. Pelaku tewas akibat bunuh diri di dekat area ngarai setelah dikepung petugas. Hingga kini, pihak kepolisian menyatakan belum menemukan motif di balik aksi penembakan tersebut.

Tiga korban tewas dalam insiden tersebut adalah Ashley Garibay (23) dari Stockton, California; Dale Schultz (66) dari Salt Lake City; dan Christopher Claunch (59) dari Hagerman, Idaho. Kepolisian memuji aksi seorang karyawan toko peralatan olahraga bernama Braxton Stuebe yang dinilai pemberani karena sempat berhadapan langsung dan mengalihkan perhatian pelaku di jalur pejalan kaki.

Stuebe menceritakan pengalamannya saat awal mula insiden terjadi di tempat kerjanya. Ia awalnya sempat mengabaikan alarm yang berbunyi sebelum akhirnya menyadari situasi bahaya yang sebenarnya.

"Saya seperti mendengar dengung di telinga saya dan saya bertanya apa itu, lalu mereka bilang itu alarm yang berbunyi," kata Braxton Stuebe, karyawan Dick's Sporting Goods.

Situasi berubah mencekam ketika puluhan pengunjung mulai berlari menyelamatkan diri ke dalam toko tempatnya bekerja.

"Gelombang orang berdatangan, sekitar 5 sampai 10 orang masuk, dan khususnya wanita ini, dia berteriak, ada penembak aktif, ada penembak aktif, berlari melewati toko, memberi tahu semua orang," kata Braxton Stuebe, karyawan Dick's Sporting Goods.

Stuebe kemudian membantu mengarahkan orang-orang menuju pintu keluar belakang. Setelah berhasil keluar, ia justru berhadapan langsung dengan pelaku penembakan di dekat pusat pengunjung.

"Saya melihat senjatanya dan saya seperti membeku. Saya mengangkat tangan dan saat itulah dia mengarahkan senjatanya tepat ke arah saya," kata Braxton Stuebe, karyawan Dick's Sporting Goods.

Dalam posisi terdesak, Stuebe berupaya menenangkan pelaku dengan mengajak berbicara agar pelaku membatalkan niatnya.

"Hanya satu hal yang benar-benar saya pikirkan, jangan mencoba melakukan gerakan mendadak, jangan mencoba berlari. Hanya berharap bisa berbicara dengannya dan mudah-mudahan dia bisa mengubah pikirannya," kata Braxton Stuebe, karyawan Dick's Sporting Goods.

Ia memohon kepada pelaku dan menyampaikan bahwa dirinya memiliki anggota keluarga yang menunggunya di rumah.

"Saya bilang, saya punya keluarga. Saya bilang, kamu tidak harus melakukan ini. Saya akan beri tahu apa pun yang kamu mau. Saya akan lakukan apa saja," kata Braxton Stuebe, karyawan Dick's Sporting Goods.

Pendekatan tersebut membuat emosi pelaku tampak tidak stabil di lokasi kejadian.

"Dia mulai terlihat sedikit meneteskan air mata, tampaknya seperti itu. Dan seperti menjadi emosional, kelihatannya. Dan dia berkata kepada saya, menjauhlah dariku, kawan. Dengan suara terbata-bata, seperti seolah-olah dia hampir menangis," kata Braxton Stuebe, karyawan Dick's Sporting Goods.

Pelaku kemudian melepaskan tembakan ke arah Stuebe namun tembakan tersebut meleset sebelum Stuebe melarikan diri untuk menghubungi keluarganya.

"Dia berbalik kembali dan memegang senjata api di pinggulnya. Saat dia berjalan mundur, dia melepaskan tembakan ke arah saya. Syukurlah dia meleset dari saya. Kami memutuskan untuk pergi ke trotoar di Blue Lakes dan kami mulai melambaikan tangan mencoba menghentikan lalu lintas setelah kami masuk ke Best Buy dan menelpon orang tua kami," kata Braxton Stuebe, karyawan Dick's Sporting Goods.

Orang tua Stuebe, Chad Stuebe, mengaku langsung bergegas menuju lokasi begitu menerima panggilan telepon dari putranya.

"Ini bukan situasi yang seharusnya dialami oleh seorang orang tua. Saya hanya ingin sampai di sana dan membawanya pulang dengan selamat. Ada keluarga di area ini yang tidak bisa duduk bersama anak-anak atau orang yang mereka cintai," kata Chad Stuebe, ayah Braxton Stuebe.

Kepala Kepolisian Twin Falls, Matthew Hicks, menyampaikan apresiasi mendalam atas keberanian warga dan petugas yang berhadapan langsung dengan pelaku.

"Apa yang terjadi di sini sangat ganas, menakutkan, dan sangat traumatis," kata Matthew Hicks, Kepala Kepolisian Twin Falls.

Hicks menegaskan bahwa aksi penembakan ini merusak ketenangan warga yang sedang beraktivitas di akhir pekan.

"Karyawan datang untuk bekerja. Pengunjung datang untuk melihat kota kita yang indah. Sebaliknya mereka dihadapkan dengan kekacauan, ketakutan, dan kini kehilangan," kata Matthew Hicks, Kepala Kepolisian Twin Falls.

Secara khusus, pihak kepolisian memberikan penghormatan atas tindakan keberanian yang ditunjukkan oleh Stuebe saat menghalangi laju pelaku.

"Kepada pemuda itu, Anda adalah seorang pahlawan. Keberanian Anda, ketenangan Anda, ketidaktakutan Anda pada momen itu kemungkinan besar memberi orang lain waktu yang mereka butuhkan untuk melarikan diri dari bahaya. Komunitas ini berterima kasih kepada Anda, dan kami tidak akan pernah melupakan apa yang Anda lakukan hari itu," kata Matthew Hicks, Kepala Kepolisian Twin Falls.

Menindaklanjuti tragedi tersebut, pihak manajemen In-N-Out menggelar acara doa bersama di lokasi kejadian untuk menghormati para korban penembakan. Perwakilan kepolisian setempat turut menghadiri acara tersebut di tengah proses penyelidikan yang masih berjalan.

"Ini sangat berarti bagi kami. Ini memberi kami kesempatan untuk beristirahat sejenak dari penyelidikan dan semua pekerjaan yang telah kami lakukan dalam insiden ini ... untuk merenung dan juga memberikan penghormatan kepada mereka yang telah terdampak atau kehilangan nyawa dalam insiden tragis ini," kata Steven Gassert, Letnan Kepolisian Twin Falls.

Warga lokal yang hadir juga memberikan dukungan moral kepada keluarga para korban.

"Sangat penting bagi komunitas untuk mendukung hal-hal seperti ini dan mendukung keluarga-keluarga (untuk memberi tahu mereka bahwa) ada dukungan bagi orang-orang yang mereka cintai," kata Greg Lanting, warga Twin Falls.

Restoran In-N-Out lokasi kejadian telah dibuka kembali pada Jumat pukul 16.15 waktu setempat. Pihak penyelenggara juga menyiapkan penggalangan dana daring bagi masyarakat yang ingin memberikan donasi kepada keluarga korban.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed