Israel Akui Tembak Mobil yang Membawa Hind Rajab di Gaza

Smallest Font
Largest Font

Militer Israel akhirnya mengakui bahwa pasukannya menembaki mobil yang membawa Hind Rajab, bocah Palestina berusia lima tahun yang tewas di Jalur Gaza pada Januari 2024, dan memulai penyelidikan pidana atas insiden tersebut, kata militer pada Rabu (19/8).

Jenazah Hind ditemukan di dalam mobil penuh bekas tembakan di Kota Gaza beberapa hari setelah panggilan daruratnya ke Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) pada 29 Januari 2024. Mobil itu ditembaki tank Israel saat mencoba melarikan diri dari Kota Gaza.

Militer Israel menyatakan bahwa pasukannya menembaki kendaraan yang melaju bertentangan dengan pemberitahuan sebelumnya yang diberikan kepada warga, yang menyebabkan lima penumpang tewas. Hind dan sepupunya, Layan Hamada, awalnya selamat.

Pihak militer mengatakan ambulans PRCS kemudian dikerahkan dan koordinasinya dilakukan dengan pasukan Israel. Namun, saat ambulans tiba, kendaraan tersebut ditembaki, menewaskan dua paramedis.

"Setelah meninjau temuan dan dugaan kegagalan dalam koordinasi pergerakan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina, diputuskan memulai penyelidikan pidana oleh divisi investigasi kriminal polisi militer," kata militer Israel, dilansir AFP.

Kematian Hind Rajab menjadi sorotan internasional selama serangan Israel di Gaza. Hind sempat menelepon PRCS selama berjam-jam memohon bantuan setelah sebagian besar keluarganya tewas dalam serangan itu.

Operator PRCS Rana Faqih menceritakan percakapan terakhirnya dengan Hind yang mengatakan, "Tank itu ada di sebelahku. Tank itu bergerak." Rana tetap berusaha menenangkan Hind selama panggilan berlangsung.

Ibunya, Wissam, mengenang betapa putrinya terjebak dalam situasi berbahaya itu dan terus menunggu kabar di rumah sakit selama berminggu-minggu sebelum jenazahnya ditemukan 12 hari kemudian.

The Hind Rajab Foundation, organisasi yang memperjuangkan keadilan atas kematian Hind, menyatakan tidak percaya pada penyelidikan militer Israel dan menyebutnya sebagai "sandiwara" untuk menutupi kejahatan.

"Kami tahu siapa yang membunuh Hind dan bertanggung jawab atas peristiwa itu," ujar Dyab Abou Jahjah, Direktur Jenderal yayasan tersebut, menegaskan bahwa keadilan hanya akan tercapai melalui mekanisme peradilan internasional.

Selain kasus Hind Rajab, militer Israel juga membuka penyelidikan atas insiden lain, termasuk penembakan fatal terhadap 14 petugas medis dan penyelamat Palestina pada Maret 2025 yang juga memicu kecaman internasional.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed