Polandia Perkuat Promosi Produk Lokal dan Inovasi Startup

Smallest Font
Largest Font

Polandia menghadapi tantangan dalam membangun merek global meskipun menjadi kekuatan ekspor besar, terutama di sektor mebel. Negara ini mendorong pengembangan produk lokal dan perlindungan kekayaan intelektual untuk meningkatkan pengakuan internasional, kata Oskar Zięta, arsitek dan desainer.

Negara ini merupakan eksportir mebel terbesar keempat di dunia dan ketiga di Eropa, dengan nilai ekspor mencapai 13,6 miliar euro pada 2024, menurut data dari Badan Investasi dan Perdagangan Polandia (PAIH).

Oskar Zięta menilai bahwa produksi besar tidak diiringi dengan pembangunan merek yang kuat. "Polandia adalah potensi ekspor yang besar, tapi merek global yang dikenal masih sedikit," ujarnya. Ia menekankan perlunya investasi kuat dalam promosi produk dan perlindungan kekayaan intelektual.

Dalam Global Innovation Index 2025, Polandia berada di peringkat 13 untuk ekspor barang kreatif, namun hanya peringkat 35 untuk nilai merek global. PAIH juga menjalankan program Brand HUB untuk mempromosikan produk Polandia di luar negeri, termasuk sektor mebel.

Perlindungan kekayaan intelektual menjadi perhatian khusus. Data menunjukkan perusahaan dengan hak kekayaan intelektual memperoleh pendapatan lebih tinggi per karyawan. Namun, Polandia masih tertinggal dalam pengajuan paten internasional, berada di peringkat 24 dalam Uni Eropa dengan 17 pengajuan per juta penduduk pada 2025.

"Polandia tertinggal dalam hal pengamanan strategis kekayaan intelektual dan paten," kata Zięta, yang mendorong penciptaan alat dukungan nyata bagi pencipta kreatif oleh Kantor Paten Polandia.

Di sisi lain, fenomena kembalinya wirausahawan muda dari luar negeri ke Polandia semakin meningkat. Krzysztof Gulda, Presiden Badan Pengembangan Wirausaha Polandia (PARP), menyebutnya sebagai patriotisme modern, di mana mereka membawa modal, pengalaman, dan jaringan internasional untuk mengembangkan bisnis di tanah air.

PARP Future Camp 2026 diadakan di Ryn, Mazury, diikuti oleh lebih dari 400 peserta muda, termasuk mahasiswa dan pengusaha startup. Acara ini memberikan pelatihan, mentoring, dan kesempatan jaringan untuk mengembangkan bisnis inovatif.

Startup seperti WearMeUp.Club memanfaatkan teknologi AI untuk menciptakan pola pakaian yang dipersonalisasi, mencerminkan tren slow fashion dan sustainability, ujar pendirinya Marta Zagożdżon.

Selain itu, startup lain mengembangkan platform data properti untuk membantu pembeli mengambil keputusan lebih baik, menunjukkan potensi teknologi dalam sektor properti Polandia.

Namun, promosi ekonomi Polandia di luar negeri masih menghadapi masalah koordinasi dan kurangnya dukungan diplomatik yang memadai. Pakar menilai bahwa peran Kementerian Luar Negeri harus lebih aktif dalam mendukung bisnis nasional melalui diplomasi ekonomi.

Janusz Wiśniewski, Presiden Kamar Dagang Polandia-Brasil, dan Pakar lain menyoroti bahwa promosi efektif harus melibatkan pendampingan menyeluruh bagi pengusaha selama proses internasionalisasi, bukan hanya konferensi dan delegasi formal.

Sejarah perubahan organisasi promosi ekonomi sejak 1989 menunjukkan bahwa pengurangan peran diplomatik dalam promosi bisnis melemahkan efektivitas, menyebabkan ketidaksiapan menghadapi persaingan global.

Contohnya, di China, Polandia hanya memiliki kantor promosi di Shanghai tanpa perwakilan di Beijing, padahal pusat kekuasaan berada di ibu kota, menurunkan efektivitas promosi di salah satu pasar utama.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed