Mendag Dorong Penguatan Ekspor di Tengah Surplus Tipis Neraca Perdagangan Juli 2026
Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus sebesar US$ 0,12 miliar pada Juli 2026 setelah dua bulan defisit, menurut data yang dilansir dari Investor Daily.
Surplus tersebut terbentuk dari nilai ekspor yang mencapai US$ 26,22 miliar, sedangkan impor sebesar US$ 26,09 miliar. Meskipun ekspor naik 6,05% secara tahunan, impor melonjak lebih tajam yakni 27,02%.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah mendorong penguatan ekspor nonmigas untuk memperkuat surplus neraca perdagangan yang masih rentan akibat tingginya kebutuhan impor.
"Juli ini kita surplus lagi, surplus US$ 0,12 miliar. Nah harapan kita sampai seterusnya menjadi surplus lagi," ujar Budi Santoso di kantor Kemendag.
Budi menjelaskan bahwa tingginya harga minyak dunia pada awal tahun 2026 memberi tekanan pada impor, namun dengan harga minyak yang mulai terkendali, pemerintah berharap tekanan impor migas berkurang.
"Ya salah satu faktor kan tadi saya sampaikan karena harga minyak. Tetapi kan kita tidak hanya karena itu ya. Jadi kita harus tetap meningkatkan export kita," tambahnya.
Kepala Departemen Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Permata, Faisal Rachman, menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah yang fokus pada pertumbuhan ekonomi dapat menjaga permintaan domestik tetap kuat dan mendorong impor tetap tinggi.
"Kami masih melihat adanya risiko penurunan terhadap kinerja neraca perdagangan Indonesia. Kebijakan pemerintah yang berorientasi pada pertumbuhan diperkirakan akan menjaga permintaan domestik tetap kuat dan mendorong pertumbuhan impor yang lebih tinggi," kata Faisal.
Faisal juga mengingatkan risiko kenaikan harga minyak global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dapat menambah beban impor migas Indonesia.
Dia menambahkan bahwa pertumbuhan ekspor berpotensi melambat karena permintaan global yang melemah dan ketidakpastian geopolitik serta kebijakan perdagangan yang berlanjut.
Dengan kondisi tersebut, surplus tipis pada Juli 2026 menjadi tanda positif setelah dua bulan defisit, namun belum sepenuhnya menghilangkan tekanan terhadap neraca perdagangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow